ADAB DAN ETIKA DI MEDIA SOSIAL


Oleh: Abd. Rauf, Lc., MA.
(Penghulu Muda KUA Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar dan Penggiat Media Sosial)

Sulselku – Seperti halnya pergaulan di dunia nyata, pergaulan di media sosial pun harus mengedepankan adab dan etika (sopan santun dan tata karma). Sopan santun dan tata krama dalam hal apapun harus tetap diutamakan, seperti memasang status atau tweet; chating; posting video atau foto, link, note; taging; follow/add; dan memilih profil picture.

Tata krama dan sopan santun akan menjadikan media sosial semakin nyaman karena adanya rasa saling hormat menghormati diantara sesama pengguna. Dalam berinteraksi di dunia maya sebenarnya ada hal yang disebut dengan netiquette, di wikipedia Indoensia disebutkan bahwa netiquette adalah: Ingatlah bahwa kita semua manusia, Jangan Emosi (flaming), Hargai waktu orang lain, Jangan sok tahu di dunia maya, Sebarkan hanya yang berguna.

Ketahuilah bahwa dunia maya tidak selalu seperti yang Anda inginkan. Kadang muncul di layar kita sesuatu yng tidak dinginkan. Dibenci tapi tetap saja datang dan ada setiap waktu; datang tanpa diundang. Kadang pula kita mencari sesuatu tapi tidak kita dapatkan (minimal tidak seratus persen seperti yang dicari). Masuk internet, harus siap mental.

Termasuk siap dimaki-maki bahkan difitnah sekalipun.
Berikut ini beberapa adab yang perlu diperhatikan dalam menggunakan media sosial:

1. Berteman dan bergaullah dengan orang yang baik-baik. Akhlak kepribadian seseorang dipengaruhi oleh teman-teman dekatnya. Oleh sebab itu pandai-pandailah memilih teman dekat dan teman bergaul.

2. Jaga diri dan jangan posting foto bersifat sangat pribadi di sosial media. Tetap harus menjaga akhlak mulia dengan tidak memposting gambar, foto, video dan film yang sifatnya sangat pribadi. Ini semata demi menghindari dipergunakan oleh orang lain untuk tujuan-tujuan yang tidak benar.

3. Jangan Memposting Link yang mengarah ke situs pornografi. Sebagaimana tidak boleh memposting gambar, foto, video dan film berbau porno.

4. Pastikan kebenaran suatu berita sebelum menyebarkannya. Allah swt berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Al Hujurat : 6)
Begitu banyak berita di media sosial yang hoax dengan tujuan-tujuan jahat. Jika suatu berita telah Anda ketahui tidak benar, jadilah terminal terakhir dari berita tersebut dan jangan disebarkan lagi.

5. Jangan lupa waktu. Jangan sampai waktu kita habis di sosial media tanpa hal-hal yang bermanfaat, menganggu atau melalaikan aktivitas utama kita, jangan sampai waktu kita habis di sosial media dan melalaikan ibadah kita baik itu yang wajib maupun yang sunnah. Tidak perlu over dalam beraktivitas di jejaring sosial, seperti setiap saat setiap waktu memposting apa yang sedang dipikirkan. Atau memposting keberadaan kita, misalnya sedang di hotel ini, di cafe ini, di pantai ini, di masjid, majelis taklim dll, dst, dsb.

6. Manfaatkanlah sosial media sebagai jalan dan sarana kebaikan, sarana dan media dakwah. Usahakan status kamu, tweet kamu dan post blog kamu berisi suatu informasi yang bersifat mendidik atau bersifat mengingatkan. Menebar manfaat sebanyak-banyaknya sebab manusia terbaik adalah yang paling banyak manfaatnya.

7. Jangan berdiskusi sesuatu yang Anda tidak mengerti, jangan mudah berfatwa, sebab menurut orang bijak, “Orang yang paling berani berfatwa, adalah orang yang paling sedikit ilmunya”. Hindari debat kusir karena tidak berguna dan hanya menyia nyiakan waktumu.

8. Memaafkan dan jangan sungkan meminta maaf. Apabila terlanjur bersalah, minta maaflah dan jika ada yang meminta maaf dan layak untuk dimaafkan lewat media sosial, maafkanlah.

9. Jangan sampai facebook, twitter dkk menghapus amalan ibadah Anda (jangan memposting sesuatu yang berindikasi riya atau sum’ah). Ada yang hobi memposting amalan yang sedang dikerjakannya atau baru saja dikerjakannya. Seperti status: Alhamdulillah baru saja selesai duha; Jangan diganggu sedang bersama anak yatim; Alhamdulillah, indahnya jika dekat ka’bah; sedang tawaf umrah nih.

10. Hindari memposting kalimat yang bersifat menjelekkan suatu kelompok, individu, atau institusi tertentu.

11. Sesekali mari kopdar (kopi darat atau ketemuan di dunia nyata). Jangan asyik dengan dunia maya lupa dunia yang sebenarnya. Orang yang sudah kecanduan media sosial terlalu asyik dengan dunianya sendiri (dunia yang diciptakannya) sehingga tidak peduli dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Seseorang yang telah kecanduan internet sering mengalami hal ini. Tidak peduli dengan lingkungan sekitar, dunianya berubah menjadi dunia Facebook, Twitter, WhatsApp dan semisalnya. Ada yang bilang autis; autis gara-gara internet dan dunia maya.

Akhir-akhir ini begitu banyak berita di media sosial yang perlu disikapi dengan akhlak terbaik.

Seolah-olah berita yang tidak benar atau sekedar kabar burung sudah menjadi bagian dari media sosial itu sendiri. Perlu kecerdasan dan kebijaksanaan dalam menerima dan menyebarkan berita. Perlu adab dan etika. Tulisan ini mencoba mengingatkan kembali akan adab-adab dan etika itu sebagai panduan dalam bermedia sosial yang benar, sehat dan bermanfaat.

Semoga dapat membantu menjadi lebih bijaksana dan semakin cerdas dan santun di medsos. Selamat berselancar di dunia maya!

(Diolah dari berbagai sumber. Untuk adab-adab dan etika Islam lainnya, lihat Intisari Adab dan Etika Islam, Abd Rauf, Lc., MA., Lintas Nalar; 2017 halaman 30-34)

Komentar Anda ?

Leave a Reply