Agar Berhasil, Begini Cara Agar Game Jadi Media Pembelajaran Pada Anak


Sulselku – Lewat bermain games, anak juga bisa belajar banyak hal lho, Moms.

Terlebih, kini games ada banyak macamnya dan selalu ada saja versi terbarunya.
Meskipun kesadaran orang tua akan manfaat games sudah ada, namun kerapkali terdapat salah kaprah yang seringkali dilakukan oleh pengajar maupun orang tua saat mengenalkan games pada anak.

“Game dan konten pembelajaran itu ibarat makan soto dan nasi. Game adalah soto, sedangkan konten itu nasi. Gimana jadinya kalau soto semangkuk ditumpahi nasi sebakul besar? Bukan soto nasi jadinya, tapi nasi basah,” kata Eko Nugroho, Game-based Learning Expert Indonesia di acara Ngobrol Game yang dihadiri juga para pengajar se-Jabodetabek di Code Margonda, Depok pada Sabtu (3/2).

Sulselku.com merangkum hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan para pengajar atau orang tua ketika akan menjadikan game sebagai pembelajaran anak sebagai berikut:

1. Rakus
Ingin anak menguasai semua konten pembelajaran dalam waktu singkat lewat game justru bisa jadi bumerang. Anak bukannya memahami, malah bingung dan tidak enjoy dengan apa yang ia pelajari. Maka dari itu, pelan-pelan saja, Moms.

2. Mengabaikan Teknik ‘Soto Asin’
Eko menyebut, game pembelajaran bisa dianggap berhasil jika menjadikan anak-anak terpancing untuk ‘menambah’ porsi nasi yang berarti konten. Singkatnya, game bisa menstimulasi anak agar belajar lebih baik.

3. Tidak berorientasi pada proses
Satu hal yang tak kalah penting, keberhasilan game pembelajaran bukan menjadikan anak langsung juara saat ujian. Tapi, mesti menghargai proses. Ada proses berpikir, berdiskusi, memahami hingga bisa bernalar kritis.

Itu semua adalah proses yang perlu dimengerti pengajar, termasuk Anda sebagai orang tua. Hargai proses belajar anak-anak.

4. Otoriter
Terkadang, pengajar berpikir jika posisi mereka adalah yang selalu bisa. Padahal anak-anak diciptakan dengan imajinasi luar biasa yang tak jarang mengalahkan orang dewasa.

Tugas Anda adalah fasilitator yang hanya menyisipkan konten pembelajaran. Namun ingat, tetap buat game menyenangkan.

Komentar Anda ?

Leave a Reply