Agenda Pemeriksaan Ditunda, Dahnil Siap Dipanggil Kapanpun

Sulselku – Mantan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar tidak jadi diperiksa penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam kasus dugaan penyelewengan dana kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia.

“Benar hari ini ada agenda demikian berdasarkan surat yang dikirimkan penyidik. Tapi, karena ada penundaan penyidikan, maka agenda hari ini dijadwal ulang,” kata Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Trisno Raharjo yang mendampingi Dahnil Anzar Simanjuntak, Jumat (14/12).

Trisno Raharjo mengatakan tidak meminta penyidik untuk menunda agenda pemeriksaan. Ketika ditanya kapan agenda pemeriksaan berikutnya terhadap koordinator juru bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno,Trisno belum tahu.

“Kalau Mas Dahnil siap kapanpun,” kata dia.
Polda Metro Jaya menyebutkan ada kerugian uang negara dalam kasus dana kemah apel kepemudaan Islam pada tahun 2017.

Saat ini, Badan Pemeriksaan Keuangan sedang melakukan proses audit terhadap kegiatan Kemah Apel Pemuda Islam yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama dengan Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor di Prambanan. Total dana yang diaudit mencapai sekitar Rp5 miliar yang berasal dari Kemenpora.

“Pasti ada respon dari BPK. Kerugian ada, tapi besarannya masih dihitung,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyebut kasus dugaan korupsi Kemah Pemuda Islam Indonesia dilaporkan oleh sejumlah pihak yang mengetahui secara langsung penggunaan anggaran kegiatan. Kini status kasus ini telah dinaikkan ke tahap penyidikan.

Dalam tingkat penyidikan, polisi telah memanggil Dahnil Anzar Simanjuntak dan Ketua Panitia Kemah dari Muhammadiyah Ahmad Fanani sebagai saksi pada Jumat (23/11/2018).

Mengenai alasan pemanggilan Dahnil Anzar Simanjuntak, Kepala Sub Direktur Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan mengatakan Dahnil Anzar Simanjuntak merupakan salah satu pihak yang menandatangani laporan pertanggungjawaban proposal yang diajukan PP Muhammadiyah.

Terkait dengan kemungkinan pemanggilan lagi Dahnil Anzar, Polda Metro Jaya menyebutkan belum berencana untuk hal itu dan akan menunggu hasil audit BPK.

Meski telah dinaikkan ke tahap penyidikan, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Nilai potensi kerugaian negara pun belum diketahui secara pasti.

Komentar Anda ?

Leave a Reply