Alokasi DAK Pendidikan Dipangkas Bapak Bupati

Sulselku – Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan yang merupakan dana untuk pembangunan fasilitas 140 sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga telah dipangkas.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait DAK, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka.

Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi, Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan di Kabupaten Cianjur Rosidin, dan Kakak Ipar Bupati Cianjur bernama Tubagus Cepy Sethiady.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan, Irvan bersama sejumlah pihak diduga memotong pembayaran DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018 sekitar 14,5 persen dari total Rp 46,8 miliar. Diduga, Irvan meminta jatah 7 persen atau Rp 3,2 miliar dari total anggaran Rp 46,8 miliar.

“Diduga, alokasi fee terhadap IRM (Irvan Rivano Muchtar), Bupati Cianjur adalah 7% dari alokasi DAK tersebut,” tutur Basaria.

Saat OTT, KPK mengamankan Rp 1.556.700.000 yang diduga sebagai bagian setoran dari para kepala sekolah. Suap itu terdiri dari pecahan mata uang Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 20 ribu.

Basaria mengungkapkan jika fee tersebut dikumpulkan Irvan dari 140 Kepala Sekolah SMP di Kabupaten Cianjur yang menerima DAK. Uang suap itu dikumpulkan melalui Ketua Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Cianjur Rudiansyah dan Bendahara MKKS Taufik Setiawan.

Komentar Anda ?

Leave a Reply