Antara Organisasi,Cinta dan Kuliah

Oleh: Akhranmutakabbir

Sulselku – Sebagai seorang siswa yang menyandang status Maha atau yang akrab dijuluki “Mahasiswa” pastinya pernah mengalami dilema antara ber-organisasi ataukah menjadi Mahasiswa yang biasa-biasa saja.

Mahasiswa selalu dihadapkan dengan pilihan apakah meng-akhiri status sebagai seorang mahasiswa tepat pada waktunya ataukah pada waktu yang sudah tepat,disinilah otak berpikir dan memilah di pergunakan.

Mahasiswa sebagai kaum intelektual harus memperlihatkan perannya sebagai mahasiswa yaitu social of control, berani melihat permasalahan yang ada pada masyarakat sekelilingnya, hadir sebagai solusi terhadap kesenjangan-kesenjangan sosial yang terjadi pada masyarakat.

Tapi pertanyaan kemudian,apakah rasa ingin tahu mereka lebih besar dibanding doktrin orang tua yang selalu menuntut untuk tidak terlalu lama mem-bebani?
“Berorganisasi itu hanya membuat mu lama wisuda nak”
Lagi – lagi kita diperhadapkan dengan rasa cinta kita terhadap orang tua.

Pada masa sekarang ini berorganisasi bisa dikatakan hal yang “ilegal” sebab kita dipenuhi rasa was-was dikarenakan aturan yang semakin hari semakin membatasi,misal aturan yang mengharuskan mahasiswa menyelesaikan tugas sebagai seorang mahasiswa hanya dalam jangka waktu 5 tahun,lebih dari itu silahkan angkat kaki(bukan angkat toga)

Hal tersebut yang secara tidak langsung dapat mematikan langkah untuk keluar dari zona yang bisa dikata sudah cukup nyaman.
Solusi?tidak ada solusi yang tepat selain mengikuti dan tunduk terhadap apa yang katanya demi kebaikan mahasiswa itu sendiri.

Bagi sebagian mahasiswa mungkin memilih Kupu-kupu(Kuliah pulang kuliah pulang) lalu selesai tepat pada waktunya,simpel.tapi bagi mereka yang mencintai proses dan tak ingin status yang ia sandang berlalu tanpa ada pengalaman pastinya memilih untuk ber-organisasi.

Lalu,aku harus bagaimana dan kau pun harus bagaimana?

Jika berorganisasi hanya membuatmu semakin lambat dalam proses penyelesaian studi,tinggalkan!
Namun,jika dalam berorganisasi kamu mampu mendapatkan apa yang belum tentu kamu dapat di bangku empuk (Baca:Bangku kuliah) silahkan berfikir kembali sebab tak ada satupun organisasi yang tidak menyuguhkan pembelajaran serta pengalaman.
Dan juga jangan mendoktrin diri bahwasanya berorganisasi sama hal nya dengan menghambat.

Silahkan memilih sebab tidak memilih sekalipun juga adalah sebuah pilihan.

Komentar Anda ?

Leave a Reply