Belum Cukup 2 bulan Proyek Senilai 10,4 Miliar Penghubung Sinjai Timur – Tellulimpoe disorot Masyarakat

Sulselku – Proyek penghubung Sinjai Timur- Tellulimpoe yang berlokasi di Jalan Toboe, Desa Biroro, Kecamatan Sinjai Timur yang masa kontrak 19 juli – 15 desember 2019 dengan nilai kontrak Rp.10,489,895,000- yang terdiri dari item pengerjaan, hotmix, bahu jalan, saluran/drainase dan talud jalan mendapat sorotan warga sebab belum cukup dua bulan dinding pondasi sudah rubuh, ada pun perbaikan tapi tidak maksimal.

Seperti halnya yang di sampaikan oleh Ainul selaku Masyarakat Desa Biroro kalau memperbaiki jangan setengah-setengah dan ini kritikus kami kepada kontraktor untuk lebih memperhatikan hasil kerjanya.

“Dinding pondasi itu memang sudah di benahi tapi masih ada retakan pondasi setelah perbaikan, kemudian masih ada titik yang lain belum di benahi, sebagai kritikus dari pihak kontraktor untuk lebih memperhatikan cara kerjanya, kalau mau memperbaiki jangan asal-asalan dan setengah-setengah, perbaiki semua jangan tunggu di kritik baru memperbaiki karena ini masih tanggung jawab pengelolah proyek (masih dalam masa perawatan),” kata Ainul.

Bukan hanya Ainul, sejumlah masyarakat juga mempertanyakan demikian seperti halnya Rahmat yang juga warga Desa Biroro sangat menyayangkan dengan kejadian ini.

“Sangat menyayangkan hasil dari pekerjaan jalan ini, melihat dari anggaran yang terpampang di papan proyek sama sekali tidak singkrong dengan hasil pekerjaan yang ada. Kami meminta kepada pihak kontraktor untuk meninjau kembali hasil kerjanya dan memperbaiki yang masih butuh perbaikan. dan kami tekankan jangan hanya fokus pada nilai anggaran saja tapi fokus juga pada kualitas kerjaan percuma cepat selesai itu proyeknya kalau cepat juga rubuh. Pihak terkait harus tanggung jawab mengenai hal ini tolong di indahkan permintaan kami,” lanjut Rahmat.

Sedangkan Hafid juga berharap agar kiranya pengawas secepat mungkin mengecek kondisi proyek tersebut.

“Harapan sebagai warga Desa Biroro Cukup memprihatinkan, pondasi yang berfungsing sebagai penompang jalan dan sekaligus tempat jalannya air begitu rapuh kondisinya dibahu jalan. Baru hanya selang beberapa bulan setelah waktu pengerjaan mengalami kerusakan yang begitu segnifikan. Dan gorong-gorong yang menjadi titik bertemunya airpun ikut terkikis diduga tidak kuatnya campuran yang digunakan sebagai lantai pondasi. Ini butuh penangan cepat agar tidak memperparah keadaan gorong-gorong yang menjadi alternatif pembuangan air,” ungkap Hafid

Dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten Sinjai sudah melakukan pemeriksaan.

“Tunggu hasil dari pimpro untuk secepatnya menindaki yang perlu di perbaiki,” ungkapnya.

Saat dihubungi via telpon pengawas proyek nomornya belum bisa dihubungi hingga saat ini. (QISTY AMALINA)

Komentar Anda ?

Leave a Reply