Demokrat, Gerindra, PAN, dan PKS Tinggal Putuskan Capres-Cawapres

Sulselku – Dua minggu jelang pendaftaran capres-cawapres pada 4-10 Agustus 2018, koalisi penantang Joko Widodo masih suram. Ambisi Prabowo Subianto sebagai calon presiden tidak sepenuhnya diterima oleh parpol yang belum menentukan pilihan di Pilpres 2019.

Meski begitu, mulai ada kesepahaman untuk membentuk koalisi di antara parpol-parpol yang belum mendukung Jokowi, yaitu Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS. Koalisi ini di atas kertas mengantongi 223 kursi, sangat cukup menantang dominasi Jokowi.

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, mengatakan sudah ada komunikasi intens di antara empat parpol, dan saat ini sedang dalam upaya finalisasi koalisi di Pilpres 2019.
“Sekarang sedang menjelang final, sedang dipersiapkan walimah-nya atau pernikahannya,” ucap Viva, Jumat (20/7).

Viva merinci ada 3 hal yang belum diputuskan di antara koalisi ini. Pertama, koalisi harus mempunyai platform atau haluan dalam melaksanakan program yang sesuai dengan UUD, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Juga sesuai dengan kondisi ekonomi, politik dan sosial budaya.

“Kedua, menyusun rencana pemenangan Pilpres dan organisasi kampanyenya,” ujarnya.

Ketiga menurut Viva, yang paling alot adalah menentukan komposisi dan posisi dalam koalisi. Soal ini masing-masing partai ingin kadernya diusung sebagai capres maupun cawapres. Meski begitu, mereka siap berkompromi.

“Ya enggak ada beratnya, sedang difinalkan,” pungkasnya.

Komentar Anda ?

Leave a Reply