Desain Warna Furnitur di Tahun 2018 Melirik Warna-warna Terang


Sulselku – Tak hanya keseluruhan tampilan interior, furnitur juga menjadi salah satu hal yang berperan penting dalam menciptakan hunian yang nyaman. Pasalnya, kesinambungan desain dengan pilihan furnitur yang tepat dapat memaksimalkan visual ruanganmu.

Sayangnya, tak semua desain, model, dan warna pada furnitur bersifat timeless. Sama seperti fashion, terdapat beberapa model dan gaya yang rasanya sudah tidak menjadi ‘tren’ untuk digunakan pada zaman kini.

Itulah mengapa, dalam dunia furnitur juga terdapat tren-tren yang diprediksi akan hits untuk digunakan oleh kalangan milenial. Lalu, bagaimana dengan prediksi tren furnitur di 2018 ini?

“Orang-orang akan mengambil model-model yang simpel bentuknya,” jelas Panangga Karim, selaku pengamat mebel dan industri kerajinan dalam acara Press Conference HOSPITALITY 2018 yang berlangsung di Restoran KAUM, Jakarta Pusat, Rabu (24/01).

Tak hanya soal bentuk, menurut pengamat mebel yang biasa disapa Angga ini menjelaskan bahwa di 2018, orang-orang akan lebih memilih model yang praktis dan ringkas.

“Seperti model knockdown, sebuah model yang mudah untuk dilipat dengan ringkas. Jadi bukan sesuatu yang bulky atau berat dan tidak praktis,” tambahnya.

Dari segi warna, tren furnitur akan menggunakan warna-warna terang. Namun, Angga menjelaskan bahwa bukan warna terang, seperti biru muda atau kuning terang. Melainkan warna-warna muda yang lembut.

“Iya, seperti warna beige dan warna cokelat muda. Sehingga, cocok untuk dipadankan dengan apapun dan memang terlihat lebih simpel,” papar Angga.

Untuk material sendiri, Angga menjelaskan bahwa terdapat suatu kekhawatiran dalam penggunaan material di Indonesia. Tren saat ini, banyak orang yang memilih untuk menggunakan plastik dalam furnitur mereka.

“Sejujurnya, Indonesia ini gudangnya raw material. Terutama, raw material kayu dan raw material rotan,” jelas Angga.

Ia menambahkan, karena banyak orang yang menggunakan plastik, sehingga membuat raw material tidak digunakan secara maksimal. Tentu, hal itu sangat disayangkan mengingat Indonesia kaya akan material tersebut. (QAR)

“Tapi jangan khawatir, tentu kita bisa menyiasatinya. Kita bisa combined kayu dan rotan tersebut dengan plastik. Sehingga bisa menciptakan sebuah produk yang simpel, namun dengan gaya kontemporer,” tutup Angga.
Bagaimana menurutmu? (QAR)

Komentar Anda ?

Leave a Reply