Di Palopo, Prof Nurdin Diteriaki Nassami Gubernur

Sulselku – Keberhasilan Prof Nurdin Abdullah selama menjadi Bupati di Kabupaten Bantaeng, menjadi daya tarik masyarakat Palopo untuk mendukungnya menjadi Gubernur Sulsel pada Pilkada 2018.

Berkat kepiawaiannya memimpin, nama Prof Nurdin termasuk tokoh inspiratif, sejajar dengan nama-nama tokoh bereputasi seperti Jusuf Kalla, Khofifah Indar Parawansa, Chairul Tanjung, Walikota Bandung Ridwan Kamil, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Sehingga saat blusukan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Wara Timur Kota Palopo, salah satu pengunjung, Andi Irwan, sepontan berteriak “Ini me gubernur ku, yang juga Andalan ku,”. Teriakan Andi Irwan mengemuruh disambut dengan teriakan yang sama dari masyarakat dan pengunjung lainnya yang hadir di Tempat Pendaratan Ikan Tersebut. katanya yang disambut.

“Saatnya Prof Nurdin menjadi Gubernur Sulsel, prestasinya dalam Bantaeng menjadi modal saat menjadi gubernur nanti,” kata Andi Irwan, Senin, (9/4/2018).

Hal yang sama disampaikan Ahmad Junaid, pengunjung lainnya. Menurutnya, saat ini Sulsel perlu ada perubahan, khususnya Kota Palopo.

“Kami akan memilih yang sudah pernah bekerja. Beliau sudah berhasil membangun Bantaeng,” katanya yang sambut dengan teriakan pengunjung “Jangan lupa bersama Prof-Andalan nanti.”

Acara blusukan yang berlangsung di Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo tersebut, Prof Nurdin didampingi Ketua Bappilu PDI Perjuangan Sulsel, Iqbal Arifin bersama jajaran pengurus DPD Sulsel dan DPC Palopo, serta beberapa pengurus partai pengusung lainnya PKS.

Dalam kesempatan tersebut, Calon Gubernur Sulsel Nomor Urut 3, berdialog dengan tokoh dan masyaraakat setempat untuk menggali informasi tentang permasalahan dan harapan nelayan dan penjual.

“Saya faham apa yang bapak dan ibu ingin lakukan di sini. Untuk itu, mari kita bersama wujudkan perubahan yang lebih baik bersama kami,” kata Prof Nurdin.

Di pertemuan yang berlangsung akrab dan kekeluargaan tersebut, Calon Gubernur Sulsel usungan PKS, PDI P dan PAN tersebut, mengusulkan penggunaan teknologi dalam penangkapan ikan dan penyimpanannya sebelum masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI), tujuannya agar tangkapan maksimal dan kwalitas ikan tetap terjaga. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Selain itu, Prof Nurdin juga mengusulkan agar dibuat sistem khusus untuk pelelangan ikan, sehingga memudahkan pedagang dan penjual ikan dalam bertransaksi.

“Perlu teknologi dalam penangkapan dan penyimpanannya, agar kwalitas ikan tetap terjaga. Selain itu perlu sistem agar mudah dan efisien,” pungkas Prof Nurdin.

Komentar Anda ?

Leave a Reply