Diendors Artis Belum Tentu Barang Laris

ilustrasi

Sulselku – Jasa endorse artis masih diminati oleh para pelaku bisnis online shop. Dengan membayar artis sesuai tarif yang dipatok, online shop akan mendapatkan imbalan berupa foto atau video yang diposting di media sosial artis tersebut.

Harapannya, postingan tersebut dapat menggaet follower para artis yang jumlahnya jutaan, untuk membeli produk yang ditampilkan.

Sayangnya, keefektifan endorse artis ternyata belum dapat diukur. Anna Porajouw sebagai pemilik managament endorse artis mengatakan pihaknya tidak dapat memberikan jaminan.

“Mereka bayar harga endorse misal Rp 8 juta, saya enggak bisa kasih jaminan bahwa daganganya akan langsung laris setelah produknya di-posting artis. Itu enggak bisa. Saya enggak jamin itu,” ungkap Anna, Jumat (22/12).

Bahkan menurut Anna, pencapaian sudah dikatakan sangat baik jika online shop tersebut dapat balik modal. “Sudah bagus banget kalau mereka bisa balik modal. Nutup biaya bayar endorse-nya,” ungkap Anna.

Menurutnya tingkat keefektifan endorse artis tidak melulu dilihat dari penjualan yang meningkat. Ada juga faktor lain yang biasanya lebih bisa terlihat.

“Misal kayak jumlah followers mereka nambah. Kadang calon pembeli kalau mau beli liat dulu, follower online shop ini berapa sih. Kan daripada beli fake followers, kalau endorse udah pasti itu real followers,” ujar Anna.

Meski baru sebatas mengikuti lewat media sosial, namun dengan bertambahnya pengikut online shop tersebut mempunyai calon pembeli yang lebih banyak.
“Mungkin enggak beli sekarang. Tapi mereka ada potensi untuk membeli. Kalau mereka enggak tertarik enggak mungkin dong bakal follow,” jelas Anna.

Faktor kualitas juga menjadi penentu. “Balik lagi ke kualitas produk yang dijual. Bagus atau enggak. Lagi booming atau enggak,” tutupnya. (QAR)

Komentar Anda ?

Leave a Reply