Dosen IAIN Bukittinggi Merasa Dizholimi


Sulselku – Dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, Sumatera Barat dinonaktifkan gara-gara memakai tabir penutup wajah. Perempuan dosen yang diskors tersebut bernama Hayati Syafri. Ia diskors dari kampus sejak awal Februari 2018.

Hayati menjelaskan, ia telah memilih menggunakan cadar meski diskors. Sebab, ia memakai cadar karena keputusan pribadi. “Alasan saya di nonaktifkan dari pihak kampus karena saya memutuskan untuk berniqab atau memakai cadar,” tutur Hayati.

Hayati merupakan dosen IAIN yang telah mengajar sejak tahun 2007 yang berstatus pegawai negeri sipil. “Ini merupakan hukuman yang paling berat bagi saya, saya merasa terzalimi,” ucapnya.

Hayati juga menuturkan bahwa pihak kampus merasa keberatan dengan keputusannya selama masih mengajar dan melakukan kegiatan akademik di kampus, karena dianggap melanggar disiplin berpakaian.

Surat penonaktifan tersebut sejak awal Februari lalu untuk tidak mengajar hanya disampaikan tanpa memberikan surat. Sebab, pihak kampus beralasan tak tahu alamat pengiriman surat kepada Hayati.

Saat dikonfirmasi, pihak bukittinggi tidak memberi keterangan dengan alasan masih dirapatkan.

Komentar Anda ?

Leave a Reply