Fadli Zon Sindir Tjhajo Kumolo Soal e-KTP Yang Tercecer

Sulselku – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menanggapi kasus KTP Elektronik yang tercecer di sejumlah tempat. Fadli Zon menyindir Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

“Nggak usah dipecat, mundur saja,” kata Fadli Zon lewat Twitter, Selasa (11/12).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra mengatakan kasus serupa pernah terjadi sebelumnya. “Terbukti berkali-kali gagal urus DPT, urus e-KTP lalu berkarung-karung tercecer. #rezimsontoloyo,” ujar Fadli.

Sementara pemerhati politik dan ekonomi Rustam Ibrahim mengatakan jika Tjahjo Kumolo tidak dapat menyelesaikan kasus KTP elekteronik yang tercecer sebaiknya Presiden Joko Widodo memberhentikannya.

“Menurut pendapat saya, jika Mendagri Tjahjo Kumolo tidak mampu membereskan atau membiarkan terulang soal e-KTP yang tercecer atau sengaja dibuang, lebih baik diberhentikan saja dari jabatannya @jokowi,” kata Rustam Ibrahim melalui Twitter.

Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean juga menyoroti kasus itu.

“E-KTP ini muncul pertama saat Pilkada DKI Jakarta. Saya menyaksikan sendiri KTP dan NPWP palsu yang dikirim dari Vietnam, hingga hari ini tidak jelas penanganannya. Sekarang jelang pemilu, e-KTP ini muncul lagi dengan skandal. Ada apa dengan negara ini? Adakah rekayasa dari penguasa? 1 suara itu berharga,” kata Ferdinand.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan adanya indikasi motif politik dibalik tercecernya KTP elektronik di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur.

“Ya kalau saya melihat indikasinya ada unsur disana (kepentingan politik) walau itu e-KTP sudah kedaluwarsa,” kata Tjahjo seusai menghadiri Rakornas Bawaslu di Ancol, Jakarta, sebagaimana laporan Antara.

Meskipun menduga ada indikasi tersebut, Tjahjo menyatakan masih menunggu hasil penyidikan tuntas aparat kepolisian. Dia menekankan dari sejumlah peristiwa terkait KTP elektronik belakangan ini, mulai dari penjualan blanko hingga KTP elektronik kedaluwarsa yang tercecer, hanya penjualan blanko yang menjadi masalah prinsip. Namun dari seluruh peristiwa itu, menurut dia, tidak sampai mengganggu sistem.

“Sistem dipastikan aman,” kata dia.

Dia mengatakan karena tidak sampai mengganggu sistem, kemungkinan besar peristiwa tercecernya KTP-elektronik hanya untuk membuat gaduh suasana di tahun politik. Secara ketentuan, kata Tjahjo, setiap KTP elektronik yang rusak atau kedaluwarsa wajib digunting.

“Harusnya digunting. Ini kok belum digunting dicecer, terus ‘nyecernya’ kok di sawah. Yang menarik itu aja,” kata dia.

Tjahjo menduga oknum yang membuat KTP elektronik tercecer merupakan orang dalam, sebab menurut dia, mustahil pencuri bisa memperoleh KTP elektronik dalam jumlah banyak. Kemendagri akan memberikan sanksi tegas bagi petugas yang lalai atau sengaja membuat KTP elektronik tersebut tercecer.

“Sanksi tegas jelas kalau tertangkap, kemarin ada yang kami turunkan pangkatnya. Kalau terjadi lagi akan kami pecat. Karena ini data e-KTP walau tidak mengganggu sistem ya, tapi kan bisa menimbulkan suasana pertanyaan-pertanyaan,” kata dia sebagaimana laporan Antara.

Sebelumnya, sebuah karung berisi KTP elektronik, ditemukan oleh anak-anak yang sedang bermain bola di area persawahan Jl Bojong Rangkong, Pondok Kopi, Duren Sawit. Temuan ini dilaporkan petugas RW setempat ke polisi sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat diperiksa warga setempat, KTP itu ditemukan dalam kondisi tidak terpotong-potong dan terisi dengan data pribadi warga. Meski demikian, sebagian KTP ditemukan dalam kondisi rusak dan tidak terbaca tulisannya.

Komentar Anda ?

Leave a Reply