Habib Bahar Siap Didampingi 55 Kuasa Hukum

Sulselku – Habib Bahar bin Smith menjalani proses hukum terkait dugaan kasus penghinaan dan ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo. Sebanyak 55 pengacara menyatakan siap mendampinginya.

Habib Bahar menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/12).

“Ya benar, 55 kuasa hukum diberikan kuasa untuk mendampingi,” kata salah satu perwakilan kuasa hukum yang tergabung dalam tim advokat Habib Bahar, Sugito Atmo Prawiro.

Pada pukul 11.25 WIB tadi, pendiri sekaligus pemimpin Majelis Pembela Rasulullah itu memenuhi panggilan penyidik.

Selain kuasa hukum, puluhan orang dari Laskar Front Pembela Islam (LPI) turut mengawal pemeriksaan sosok yang berjuluk the next Habib Rizieq itu.

Habib Bahar bin Smith beberapa hari lalu, turut berorasi di atas panggung Reuni Akbar Mujahid 212. Dia juga sempat memandu para peserta reuni itu menyampaikan komitmen.

“Kami umat Islam Indonesia, kami ormas-ormas Islam Indonesia, kami pemuda-pemudi Islam Indonesia, kami para santri Indonesia bersumpah, berjanji, demi Allah, demi Allah, yang di mana nyawa kami, jiwa kami berada di dalam genggaman-Nya,” kata Habib Bahar, yang diikuti peserta Reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018) lalu.

“Kami bersumpah, kami tidak akan pernah mengkhianati Indonesia, mengkhianati Pancasila, mengkhianati UUD 1945, mengkhianati Merah-Putih,” imbuh Habib Bahar.

Habib Bahar kemudian menyampaikan umat Islam tidak akan diam selama masih ada pengkhianat bangsa dan pemimpin zalim. Dia menyebut umat Islam rela mati demi melawan hal tersebut.

Setelah itu, Habib Bahar meminta waktu sebelum menutup orasinya untuk menyampaikan pelaporan dirinya ke polisi. Dia memang sebelumnya dipolisikan oleh Cyber Indonesia dan Jokowi Mania karena dalam ceramahnya menyebut ‘Jokowi banci’.

“Kenapa saya katakan ‘Presiden banci’? Makanya, kalau nonton isi ceramah, yang utuh, bukan dipotong-potong,” ucap Habib Bahar.

Dia menyebut ucapannya itu berdasarkan apa yang terjadi saat aksi 411. Menurutnya, saat itu para ulama ditembak gas air mata.

“Ketika 411, aksi 411, jutaan orang Islam, ribuan ulama, berkumpul di depan Istana menemuinya. Justru para ulama ditembak gas air mata, presidennya kabur dan lari. Saya berkata karena ketidakrelaan saya saudara-saudara saya itu dizalimi,” kata Habib Bahar.

Habib Bahar kemudian kembali menyampaikan tidak akan meminta maaf atas apa yang diucapkannya. Dia memilih busuk di dalam penjara daripada harus meminta maaf.

“Maka saya sampaikan. Jikalau dalam beberapa hari ke depan, beberapa minggu ke depan, saya ditangkap karena membela rakyat yang susah, kalau saya ditangkap, dipenjara, berjanjilah kalian, jangan pernah kalian padamkan api perjuangan. Siap lanjutkan perjuangan?” ucap Habib Bahar yang disambut siap oleh para peserta Reuni 212.

Komentar Anda ?

Leave a Reply