Hafidz Qur’an ini Meninggal Kecelakaan, Dalam Tasnya Ditemukan Kain Kafan

Sulselku – Wahyuda bin Ihsan, salah seorang Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar meninggal karena kecelakaan di Jalan Tamangapa Raya, Antang. Hafidz Qur’an 30 juz ini tertabrak dan terseret truk sampah, (10/08) sepulang dari buka puasa bersama di DPP Wahdah Islamiyah.

Berita tersebut dikabarkan dalam laman facebook Ikhwan Adbul Djalil salah seorang pengurus DPP Wahdah Islamiyah. Saat diperiksa didalam tas korban ditemukan kain kafan.

“Mahasiswa baru STIBA Makassar , meninggal dunia tertabrak truk pengangkut sampah sepulang berbuka puasa Arafah di Kantor DPP Wahdah Islamiyah.
Seorang hafidz Al Qur’an 30 Juz yang telah mengkhatamkan hafalan Al-Qur’annya, serta mentasmi’ keseluruhannya 30 Juz dalam satu hari,” tulis Ikhwan Abdul Djalil.

“Kami yakin engkau yang ternyata telah menyiapkan kain kafan di koper setiap saat , pergi mendahului kami dengan segenap keshalehanmu,” lanjut Ikhwan.

Berikut status facebook Ikhwan Abdul Djalil:

إنا لله و إنا أليه راجعون

Seakan pernah melihat wajah ini, tidak asing .

Mungkin karena di lekuk wajah dan tarikan senyum dibibirnya bergetar selalu asma Allah dan terlantun ayat- ayatNya.

Ananda yang mulia
Wahyuda bin Ihsan,
Mahasiswa baru STIBA Makassar , meninggal dunia tertabrak truk pengangkut sampah sepulang berbuka puasa Arafah di Kantor DPP Wahdah Islamiyah.
Seorang hafidz Al Qur’an 30 Juz yang telah mengkhatamkan hafalan Al-Qur’annya, serta mentasmi’ keseluruhannya 30 Juz dalam satu hari.

Kami sayang padamu nak, sangat besar harapan kami padamu dan kawan-kawanmu para mujahid Qur’an, tunas-tunas muda harapan umat.

Semua kami demikian bahagia dan bangga dengan para mahasiswa baru STIBA yg demikian bersemangat , termasuk engkau nak.

Namun kami yakin Allah lebih sayang padamu, Dia segera memanggilmu setelah kau genapkan ibadah di hari penuh berkah ini.

Kami yakin engkau yang ternyata telah menyiapkan kain kafan di koper setiap saat , pergi mendahului kami dengan segenap keshalehanmu – wa laa nuzakki alallahi ahadan- sementara kami masih terus termangu di sudut dunia fana yg penuh fitnah ini.

Selamat jalan ananda , kami semua sedih , kami semua berduka , namun kami yakin kau telah tersenyum di sana, bersiap melantunkan kembali ayat2 yang telah setia kau bersamai dalam hidup yg singkat ini.

Sungguh kepergianmu menyentak kami , mengingatkan kami.

Semoga kita bisa berjumpa di salah satu taman Syurga , sungguh saya ingin mengenalmu lebih jauh nak.

( Hamba Allah : Muhammad Ikhwan Jalil)

Komentar Anda ?

Leave a Reply