Hanya Gara-gara Digigit Tungau, Anak 8 Tahun Ini Dapat Uang Rp21 Miliar

Sulselku – Wanita ini tergolong beruntung. Hanya gara-gara tidak nyaman di di apartemen yang dia sewa, dia akhirnya mendapatkan ganti rugi sebesar Rp21 miliar.

Ini adalah buah perjuangan Lilliana Martinez, warga asal California, Amerika Serikat yang mengajukan gugatan ke pengadilan setempat. Gugatan diajukan gara-gara bekas gigitan tungau di tubuh anaknya masih membekas di usia delapan tahun.

Dikutip dari The Independent via Kompas.com, Jumat (6/4/2018), ganti rugi yang diberikan sebesar 1.593.500 dolar AS, atau sekitar Rp 21,9 miliar.

Lilliana Martinez mengatakan, awalnya dia dan keluarganya pindah ke apartemen di Inglewood pada 2010. Dua tahun setelah pindah, masalah mulai muncul ketika Martinez menemukan tubuh putranya, Jorge Maravilla, mendapat bercak merah.

Penasaran, Martinez kemudian memeriksakan Maravilla ke dokter. Hasilnya, bercak yang ada di bocah tiga tahun itu terjadi akibat gigitan tungau kasur.

“Saya langsung terkejut. Sebab, saya tidak pernah melihat hal ini sebelumnya,” kata ibu berusia 34 tahun tersebut.

Ternyata, bukan hanya Jorge yang mengalami. Putri mereka yang baru berumur tiga bulan juga menderita luka gigitan tungau di punggungnya. Martinez kemudian sempat mengajukan keluhan ke perusahaan bernama Westland Industries terkait gangguan serangga itu.

Oleh Westland, Martinez disarankan untuk membuang semua perabotannya, termasuk boks bayi. Perusahaan Westland kemudian memerintahkan orang datang untuk mengasapi apartemen itu, dan menutupinya dengan bubuk putih. Martinez dan suaminya hanya membersihkan sedikit bagian sebagai tempat mereka dan anak-anak mereka tidur.

“Saya tidak bisa membaringkan kedua anak saya. Namun, di sisi lain, hanya apartemen ini yang kami punya,” keluh Martinez.

Meski sudah diasapi, serangan tungau itu tetap menerpa mereka selama empat bulan berikutnya. Akhirnya, pihak perusahaan memutuskan mengganti karpet.

Penggantian itu membuat hama tungau berkurang. Mereka kemudian bertahan, hingga akhirnya memutuskan pindah kembali pada 2014. Nah, pada 2014, Martinez melayangkan gugatan terhadap Amusement Six Apartments selaku pemilik tempat tersebut.

Dalam gugatannya, Amusement dinilai telah melanggar jaminan kelayakan hidup, kelalaian, penderitaan emosional, dan melakukan wanprestasi. Selain tungau, di apartemen itu juga ditemukan kecoak yang membuat mereka sulit tidur, dan segala perabotan mereka rusak.

Komentar Anda ?

Leave a Reply