Ichsan Yasin Limpo dan Pelajaran Berharga Dari Tukang Becak

Sulselku – Pelajaran tak hanya didapat di sekolah. Alam dan lingkungan adalah tempat belajar sesungguhnya. Pesan itu yang ingin disampaikan Ichsan Yasin Limpo. Kala Calon Gubernur Sulsel ini menghampiri salah satu tukang becak di Kota Parepare, Selasa (10/4/2018).

Ichsan Yasin Limpo menginjakkan kaki di Kota Parepare dalam rangka kampanye terbatas. Saat melintas, Ichsan tiba-tiba singgah. Sorot mata adik kandung Syahrul Yasin Limpo ini tertuju pada seorang pengayuh becak yang sedang ngasoh. Menunggu panggilan penumpang.

Umurnya sudah terbilang renta. Topi pelindung panasnya sengatan matahari yang digunakannya juga terlihat usang. Ichsan pun datang menyapa. Yang disapa pun menyambut ramah. Terlihat dari binar matanya.

Bagi Ichsan, sosok tukang becak yang sudah renta itu cukup memberi inspirasi. Orang-orang seperti ini bagi Ichsan sudah selayaknya dihormati. “Berikan hormat terbaik kita pada mereka yang menginspirasi. Itulah kata yang tepat untuk pengayuh becak yang satu ini,” tutur Ichsan.

Apa yang menginspirasi Ichsan dari tukang becak ini? Yakni kegigihan. Kegigihan untuk mencari nafkah, demi anak istri. Mungkin juga untuk cucu dan cicit. “Meski usianya terbilang tak lagi muda, tapi kegigihannya meraih patut dicontoh,” tutur Punggawa, sebutan karib Ichsan.

Kegigihan serupa yang dimiliki Ichsan. Kegigihan untuk berbuat bagi masyarakat. Kegigihan untuk menghadirkan Sulsel yang lebih sejahtera lagi. Sua Ichsan dan tukan becak itu tak berlangsung lama. Usai menyapa, Ichsan menyempatkan untuk bertanya-tanya.

Selama berbincang, tangan Ichsan dan tangan si tukang becak selalu lekat. Sebelum pamit, Ichsan bersalaman. Senyum mengembang di wajah si tukang becak setelah Ichsan beranjak pergi. Bahkan senyum itu bertahan lama. Karena masih terlihat dari kejauhan, meski samar-samar.

Komentar Anda ?

Leave a Reply