Ini Resiko Penyakit Yang Timbul Karena Gemar Mewarnai Rambut


Sulselku – Pewarna rambut menjadi salah satu barang yang cukup populer dikalangan anak muda saat ini. Tidak sedikit orang yang mewarnai rambutnya karena ingin mencoba hal yang baru atau sudah bosan dengan rambut yang warnanya biasa saja.

Tak hanya anak muda, kalangan orang tuapun ilut mewarnai rambutnya. Salah satu alasan mereka menggunakan pewarna rambut adalah ingin menutupi rambut putih yang menandakan bahwa mereka sudah tua.

Meski pewarna rambut bisa menjadi daya tarik dan membuat pemakainya menjadi percaya diri, pewarna rambut memiliki resiko penyakit yang bisa mengancam kesehatan bahkan bisa merenggut nyawa penggunanya.

Berikut ini beberpa resiko penyakit yang dapat mengancam kesehatan para pengguna pewarna rambut:

1.Rutin Menggunakan Pewarna Rambut

Seorang wanita bernama Chen (50) dari Harbin, China, baru-baru ini didiagnosis penyakit sirosis hepatis. Sirosis Hepatis atau sirosis hati merupakan kelainan bentuk dan fungsi hati. Seseorang dengan sirosis mengalami pergantian jaringan hati yang normal dengan jaringan parut yang merusak sel hati sehingga hati tidak dapat berfungsi secara normal.

Penyebab Chen terkena penyakit serius ini karena ia sangat rutin menggunakan pewarna rambut. Bahkan dia bisa menggunakan pewarna rambut dalam jangka waktu sebulan sekali. Alasan Chen rutin mewarnai rambutnya karena ingin menutupi uban atau rambut berwarna putih yang menunjukkan penuaan.

Dokter menemukan bahwa hati Chen sedang dalam stadium lanjut. Sontak dokter yang menangani langsung mencari tahu penyebab penyakit serius tersebut. Dalam pemeriksaan lebih lanjut, Chen tidak memiliki masalah dalam alkohol, bahkan riwayat medisnya tidak menunjukkan obat yang bisa merusak hatinya.

Setelah mendengar rutin mewarnai rambut setiap bulan dan telah berlangsung selama 10 tahun, dokter menetapkan bahwa bahan kimia dalam pewarna itulah yang bertanggung jawab atas sirosisnya.

2. Resiko Terkena Kanker Menjadi Lebih Besar

Setelah lebih dari 20 hari pengobatan, kesehatan Chen telah meningkat pesat. Namun dokter mengatakan bahwa beberapa kerusakan pada livernya (hati) tidak dapat diobati, yang meningkatkan risiko terkena kanker.

Dr. Fu Lijuan, selaku direktur Departemen Penyakit Dalam untuk Penyakit Menular, mengatakan bahwa kebanyakan pewarna rambut mengandung puluhan bahan kimia, beberapa di antaranya sangat beracun bagi tubuh manusia, seperti nitrobenzene dan anilin. Zat ini mudah diserap melalui kulit kepala.

Dr Fu menyarankan agar tidak mewarnai rambut dengan alasan kesehatan. Tapi jika harus melakukannya, Fu menyarankan agar menggunakan pewarna alami. Atau jika ingin menggunakan pewarna rambut kimia, Fu mengklaim bahwa sebaiknya digunakan dalam jangka waktu enam bulan sekali.

Dari penyakit yang dialami oleh chen menunjukan bahwa penggunaan pewarna rambut yang terlalu sering dapat mengakibatkan penyakit bagi tubuh.  (ASN)

Komentar Anda ?

Leave a Reply