Jangan Terlalu Lama Menahan Air Kencing, Ini Akibatnya


Sulselku – Kandung kemih manusia bisa menyimpan hingga satu setengah liter urine di dalam tubuhnya. Ketika urine sudah ‘penuh’, dinding kandung kemih yang memiliki reseptor kecil akan mengirim pesan ke otak yang kemudian membuat kita ingin buang air kecil.

Setelah dewasa, manusia semakin bisa menahan buang air kecilnya. Oleh karena itu, kejadian memalukan seperti mengompol bisa dihindari.
Pertanyaannya apakah menahan buang air kecil terlalu lama bisa menimbulkan hal yang berbahaya bagi tubuh kita?

Ketika kita menahan kencing, otot sphincter di kandung kemih akan menutup rapat dan mencegah urine keluar. Bahayanya, terlalu lama serta terlalu sering menahan buang air kecil bisa membuatmu mengalami dampak serius serta infeksi.

Dilansir Science Alert, terlalu sering menahan kencing dapat membuat otot kandung kemih melemah dan kemudian menyebabkan retensi urine, gangguan pada kandung kemih yang membuat seseorang menjadi kesulitan untuk mengosongkan kandung kemihnya sehingga ia akan mengalami rasa ingin kencing terus menerus.

Buang air kecil lebihi seringBuang air kecil lebih sering. (Foto:Thinkstock )
Tak hanya itu, menahan urine dalam jumlah besar juga dapat membuat tubuhmu terancam oleh bakteri berbahaya dan bisa menyebabkan infeksi saluran kemih.

Bahkan pernah ada orang yang kehilangan nyawa karena menahan buang air kecil terlalu lama. Peristiwa meninggalnya seseorang akibat terlalu lama menahan kecing terjadi pada Tycho Brahe, astronom sekaligus alkemis Denmark di abad ke-16.

Brahe adalah ilmuwan yang hebat. Sejarah mencatat ia telah berkontribusi pada berbagai literatur ilmiah mengenai supernova, komet, dan orbit planet.

Karena masalah rumus matematika, Brahe pernah berduel dengan seorang bangsawan. Karena mereka berduel dalam kegelapan, Brahe sempat kehilangan jembatan hidungnya. Akibatnya, dengan terpaksa ia harus menggunakan jembatan hidung palsu yang terbuat emas atau perak di sisa hidupnya.

Ilustrasi buang air kecilIlustrasi buang air kecil (Foto:Dok. Thinkstock)
Pada kasus menahan buang air kecil, Brahe seringkali melakukannya ketika jamuan makan karena masalah etika. Namun ketika telah berada di rumah, Brahe juga tidak bisa buang air sama sekali. Ia mengalami delirium dan kemudian meninggal dunia setelah kandung kemihnya meledak.

Meski cerita ini mengerikan, apa yang dialami Brahe adalah termasuk kasus spesial. Kebanyakan orang yang menahan buang air kecil seperti ini biasanya akan mengompol, tidak akan sampai meledak. Jika kandung kemih sampai meledak, kemungkinan kandung kemihnya memang sudah rusak.

Selain karena menahan buang air kecil, kasus kandung kemih meledak juga bisa terjadi ketika seseorang terlalu mabuk sehingga ia tidak menyadari otaknya telah memberikan sinyal bahwa kandung kemihnya penuh dan ia harus segera buang air kecil.

Jadi agar kandung kemihmu tidak meledak, jangan terlalu sering ataupun terlalu lama menahan kencing ya. Jangan juga minum alkohol sampai mabuk.

Komentar Anda ?

Leave a Reply