Kenali Menu Berbuka Puasa yang Baik Untuk Anak!

Sulselku – Ketika tiba saatnya berbuka puasa, berikan anak segelas air putih atau teh manis hangat. Setelah itu, anak bisa mengonsumsi kurma untuk mengembalikan kadar gula darahnya sebelum mengonsumsi menu utama buka puasa.

Anda dapat menyuguhkan berbagai makanan yang bergizi lengkap dan seimbang, yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Menu yang bisa diberikan antara lain bola ayam teriyaki dengan potongan buncis dan wortel. Jangan lupa tambahkan juga buah seperti jeruk atau semangka.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan risiko anak jatuh sakit, pastikan anak mendapatkan vitamin A, C, D, E, dan zinc.

Vitamin A berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh, sementara vitamin C dan E merupakan antioksidan yang menangkal radikal bebas. Vitamin D penting untuk daya tahan tubuh serta pembentukan tulang dan gigi. Sementara itu, zinc juga penting untuk daya tahan tubuh dan pertumbuhan anak.

Vitamin A dan D bisa didapatkan dari hati ayam, ikan berlemak (ikan salmon, tuna, sarden), dan kuning telur. Vitamin C bisa didapat dari jeruk, lemon, stroberi, jambu, pepaya, dan kiwi. Vitamin E banyak pada makanan berlemak baik seperti kacang-kacangan dan minyak sayur. Sementara itu, zinc, banyak terdapat pada daging, kerang, ikan, dan udang.

Ada beberapa nutrisi yang mungkin agak sulit dipenuhi oleh anak, seperti vitamin D dan E—apalagi jika anak sulit makan dan pilih-pilih. Jika Anda merasa menu makanannya kurang optimal, Anda bisa memberikan suplemen yang diperkaya dengan formula vitamin dan mineral.

Tujuannya adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama berpuasa, sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anak. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter anak tentang pemberian suplemen ini.

Saat anak ingin ikut berpuasa, berikan anak pujian. Dukung dirinya dengan memberikan nutrisi terbaik. Tanyakan dan dengarkan cerita anak tentang pengalamannya berpuasa, sehingga orang tua dapat memahami apa yang ia rasakan. Mungkin saja ia menginginkan variasi menu sahur dan berbuka, atau ingin melakukan kegiatan yang seru sambil mengisi waktu berpuasa. Nantinya, anak pun akan makin bersemangat dan tidak cepat bosan. Semoga bermanfaat. (ASN)

Komentar Anda ?

Leave a Reply