KPU Sulsel Baru Tetapkan Jadwal Kampanye Akbar Agus-TBL dan Prof Andalan, Ini Alasannya

Sulselku – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan segera menetapkan jadwal kampanye rapat umum atau kampanye akbar kontestan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.

Namun, yang baru ditetapkan hanya jadwal kampanye akbar perdana milik pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL) dan Nurdin Abdullah- Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan).

Humas KPU Sulsel, Asrar Marlang, menjelaskan kebijakan ini diambil lantaran jadwal yang diusulkan kedua paslon ini sudah mendesak. Agus-TBL mengusulkan 28 April di Toraja, sementara Prof Andalan mengusulkan 22 April di Bone.

“KPU baru menetapkan jadwal Agus-TBL 28 April di Toraja dan Prof Andalan 22 April di Bone. Ini dulu yang kami tetapkan. Drafnya sudah ada tinggal tunggu tanda tangan Pak Ketua (Iqbal Latif),” tuturnya, Kamis (12/4/2018).

Sementara jadwal kampanye paslon lainnya, menurut Asrar, masih akan ditetapkan kemudian. Jadwal-jadwal tersebut yakni milik paslon nomor urut satu Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar dan paslon nomor urut empat Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar. Pasangan NH-Aziz dan IYL-Cakka sendiri mengusulkan jadwal kampanye terbukanya pada Juni mendatang.

“Jadwal-jadwal tersebut sengaja ditetapkan belakangan, karena masih cukup lama. Memang kami (KPU Sulsel) punya hak prerogatif untuk menetapkan jadwal kampanye, tapi kami tidak mau semena-mena. Kami tetap melakukan kordinasi dengan tim paslon, maunya hari apa,” urainya.

Penetapan jadwal kampanye akbar Agus-TBL dan Prof Andalan yang lebih cepat dari yang lainnya, menurut Asrar, selain karena usulan waktu keduanya sudah mendesak, juga dimaksudkan agar mereka bisa melakukan persiapan matang sebelum kegiatan tersebut. Apalagi, jadwal usulan kampanye akbar perdana mereka memang sudah tidak lagi ada masalah, atau bertabrakan dengan jadwal lainnya.

“Kita tetapkan dulu ini karena sudah mendesak (usulan jadwal kampanyenya) dan sudah tidak bertabrakan jadwalnya dengan yang lain,” ucapnya.

Selain itu, menurut Asrar, penetapan ini juga agar aparat kepolisian punya waktu lama untuk mempersiapkan pengaman kampanye akbar. “Mereka harus mendapatkan izin dari kepolisian di sana,” tutupnya.

Seperti diketahui, setiap paslon kontestan Pilgub Sulsel 2018 diberikan kesempatan melakukan kampanye terbuka selama dua kali.

Komentar Anda ?

Leave a Reply