KY Pusat Gelar Workshop Di Makassar

Sulselku. Com – Komisi Yudisial (KY) sukses menggelar workshop yang digelar hari ini (26/7/18) di Grand Tawn hotel, Maros, yang mengusung tema “Pencegahan perbuatan merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim dalam rangka program peningkatan integritas hakim tahun 2018”

Salah satu tugas Komisi Yudisial (KY) yang jarang mendapat perhatian publik adalah ‘advokasi’ hakim. Tugas ‘advokasi’ itu dirumuskan dalam Pasal 20 ayat (1) UU No. 18 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas UU No. 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial. Berdasarkan pasal dimaksud, KY bertugas mengambil langkah hukum dan/atau langkah lain terhadap orang perorangan, kelompok orang, atau badan hukum yang merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim.

Dr. H. Jaja Ahmad Jayus selaku ketua umum pusat mengatakan bahwa, langkah hukum dan/atau langkah lain tersebut merupakan bentuk advokasi represif sebagai wujud perlindungan atas independensi peradilan dan imparsialitas hakim. Dalam memutus perkara, hakim harus bebas dari tekanan, bujukan, intervensi atau tekanan dari siapapun.

“Perlindungan terhadap hakim adalah mutlak,” ungkapnya ketika memaparkan materinya.

“Dalam pasal 3 UU No.8 Tahun 2009 ayat 2 menjelaskan bahwa, segala campur tangan dalam urusan peradilan oleh pihak lain di luar kekuasaan kehakiman di larang, kecuali dalam hal-hal sebagaimana dimaksud UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945,” ujar salah satu narasumber Budiarti A. Rahman dalam paparannya.

Lanjutnya, agar tidak terjagi perbuatan yang merendahkan hakim, hal yang harus diperhatikan diantaranya ius cotituendum, singkronisasi dan harmonisasi subtansi perundang-undangan, pendidikan dan sosialisasi hukum secara dini.

Adapun peserta yang hadir dalam workshop tersebut, seperti Kejaksaan, polres, pemda, hakim, pengacara, hingga akademisi dan tokoh masyarakat.

Reporter : Nasmi Syamsuddin

Komentar Anda ?

Leave a Reply