Menghilang, Kasubag Keuangan DKP Takalar Ditetapkan DPO

Sulselku – Kasubag Keuangan non-aktif Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Takalar Muh. Nadir Rahman, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polres Takalar.

Nadir ditetapkan sebagai DPO karena hingga pekan ketiga pasca penahanan kedua rekannya, Nadir tak kunjung menyerahkan diri ke Mapolres Takalar, bahkan saat ini keberadaannya tidak diketahui.

Nadir bersama kedua rekannya yaitu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Muh. Asbar dan Bendahara Pengeluaran DKP Syafriani, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penggelapan dana proyek tahun anggaran 2016 yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp1,6 miliar.

Kepala dinas DKP Muh. Asbar dan Bendahara Pengeluaran Syafriani, mulai ditahan sejak satu bulan yang lalu.

Ketika dikonfirmasi, Kasi Pidana Khsusus (Pidsus) Kejari Takalar Zen Hadiyanto mengatakan, dua dari tiga tersangka kasus korupsi DKP telah ditahan, sementara satu orang lainnya yakni Kasubag Keuangan Muh. Nadir masih menunggu proses pelimpahan kasus dari Polres Takalar.

“Kalau tersangka yang belum ditahan kami masih menunggu berkas pelimpahannya dari Polres Takalar, kalau yang dua orang kan sudah dilimpahkan,” Jelas Zen.

Kasatreskrim Polres Takalar AKP Norman H Sitte mengungkapkan, pihaknya masih mencari keberadaan tersangka sebelum kasusnya dilimpahkan ke Kejari.0

“Saat ini kami masih mencari keberadaan tersangka. Tersangka kita tetapkan sebagai DPO karena hingga saat ini kita belum ketahui keberadaannya. Setelah kita temukan keberadaannya kita amankan dan kasusnya baru dilimpahkan ke Kejaksaan,” jelas AKP Norman.

Komentar Anda ?

Leave a Reply