Menyayat Hati! Seorang Ibu Mertua Mendekap Anaknya Saat Tertimpah Reruntuhan Bagunan

Sulselku.com – Kota Palu, Kabupaten Donggala dan sekitarnya, diguncang gempa dan dihantam tsunami pada Jumat 28 September 2018 lalu.

Gempa berkekuatan 7,4 SR ini telah meluluhlantahkan beberapa kota di Sulawesi Tengah.

Sejumlah relawan dari Tim Wahdah Peduli terjun ke daerah yang paling parah terkena dampak di Perumnas Balaroa.

Perumahan yang dihuni sekitar 4000 jiwa itu hancur berantakan akibat bencana ini. Rumah-rumah seperti dibalik. Jalanan mencuat setinggi atap rumah.

Daerah ini memang sangat parah, banyak jenazah yang terjebak di dalam reruntuhan rumah di berbagai kompleks perumahan.

Saat evakuasi korban gempa, di temukan jasad seorang ibu yang tengah mendekap anaknya. “Kami menangis melihat seorang ibu ditemukan mayatnya di sela-sela reruntuhan bangunan di Perumnas dalam keadaan mendekap anak mantunya,” kata Nasruddin Abdul Karim, salah seorang relawan Lazis Wahdah Islamiyah.

Waktu sang suami datang sang ibu sudah wafat dan sang istri yang baru dua bulan dinikahinya masih sempat minta tolong kepada sang suami. Tapi karena reruntuhan akhirnya tidak bisa diselamatkan.

Proses evakuasi lumayan menantang, bekerja di sela-sela robohan bangunan ditambah bau jenazah yang terpendam sudah sangat menyengat. Evakuasi korban mesti melewati atap-atap rumah yang berbahaya.

“Malam hari Palu seperti kota mati karena lampu sampai sekarang belum nyala. Gempa kecil juga masih sering terjadi siang dan malam”, .

kondisi lapangan sangat butuh tambahan relawan lagi terutama banyaknya mayat yang belum dievakuasi dan lebih penting dari itu stok bantuan makanan dan minuman yang masih sangat minim. Dilansir dari situs Wahdah Islamiyah. (QAR)

Komentar Anda ?

Leave a Reply