Merasa Tak Dihargai KPU Sulsel, LO NA-ASS Walk Out dari Rapat Kampanye Akbar

Sulselku – Rapat kordinasi KPU dengan narahubung atau Liason Officer (LO) kandidat Pilgub Sulsel diwarnai aksi walk out, Senin 11 Juni, sore. Yakni LO pasangan calon nomor urut 3, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (ASS), Izdin Idrus meninggalkan rapat karena merasa tidak dihargai.

Izdin juga merobek arsip surat pengajuan jadwal kampanye akbar. Alasannya, usulan dia tidak dihargai sama sekali. Karena KPU lebih memilih menetapkan pada hari tersebut untuk Paslon nomor urut 3, IYL-Cakka. Sebelumnya dia menyurat ke KPU untuk berkampanye akbar pada 22 Juni.

“Kami mengajukan surat secara resmi tapi tidak diakomodir. Ada Paslon lain tidak mengajukan perubahan tetapi diakomodir. Saya anggap ini KPU khususnya pak Faisal Amir tidak menghargai kami,” katanya sambil merobek kertas itu.

Dia menyatakan KPU Sulsel tidak adil. Karena serta merta menetapkan tanggal 22 Juni untuk kampanye akbar Paslon lain tanpa kordinasi. Sementara surat pengajuan mereka jauh sebelumnya.

“Pasangan calon nomor empat tidak melakukan upaya pengusulan revisi saya sudah sejak 5 Mei, sama sekali tidak dihargai jadi saya keberatan,” katanya.

Usai kejadian ini, dia mengaku akan berkordinasi dengan tim hukum. Apakah akan melakukan sengketa di Bawaslu Suslel atau tidak.

Sementara untuk jadwal kampanye akbar NA-ASS, kata Izdin, masih akan dibahas di internal tim. Bahkan, kata dia, bisa saja tanpa kordianasi dengan KPU.

“Terserah saya mau adakan kampanye akbar dimana dan kapan terserah saya, karena KPU juga memutuskan semaunya,” katanya.

Dia mengaku penetapan sepihak itu tidak menghargai statusnya sebagai LO. “Tidak menghargai LO Paslon, kalau begitu silakan berhubungan langsung dengan Paslon. Tidak ada gunanya kita sebagai LO,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota KPU Sulsel, Faisal Amir mengatakan KPU berhak sepenuhnya menentukan jadwal dan lokasi kampanye. Penetapan dengan SK itu dipusatkan melalui rapat pleno. “Jadi bukan saya yang putuskan, tapi melalui rapat pleno,” katanya.

Faisal Amir mengaku bukannya tidak menghargai usulan revisi itu. Tetapi Paslon 3 telah memiliki jadwal kampanye akbar yakni pada 19 Juni.

“Kita selesaikan putusan Bawaslu, untuk mendapat jadwal. Tapi kita konsisten 23 dipakai calon wali kota. KPU yang menentukan. Kami hanya diwajibkan untuk berkoordinasi,” katanya.

Komentar Anda ?

Leave a Reply