Objek Wisata Menarik di Kota Palu


Sulselku – Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah ini memiliki alam yang tak kalah indah. Banyak objek wisata menarik tersebar di kota mutiara khatulistiwa ini. Sebut saja Taman Nasional Lore Lindu. Di sini wisatawan bisa menemukan banyak peninggalan-peninggalan yang konon kabarnya berasal dari zaman megalitikum.

Saat menginjakkan kaki di Taman Nasional Lore Lindu, para wisatawan akan disambut dengan hamparan sabana luas. Taman Nasional ini tepatnya berada di Lembah Bada, Lembah Napu, Lembah Besoa, dan Lembah Baso. Lembah-lembah yang relatif datar ini dikelilingi perbukitan. Penampakan bukit yang diselimuti awan pun akan terasa. Sementara itu, di tengah Lembah juga terdapat Sungai Laering yang airnya mengalir dengan tenang.

Yang menjadi daya tarik Taman Nasional Lore Lindu ini karena memiliki artefak batu berupa patung dan tempayang peninggalan kebudayaan megalitkum. Kurang lebih terdapat 419 megalith dengan rincian 43 di Lore Utara, 306 Lore Tengah, 57 Lore Selatan, dan 13 Lore di Kulawi

Contoh peninggalan yang paling terkenal adalah Patung Palindo, yang berada di Padang Sepe. Dengan tinggi patung kurang lebih 4 meter, Patung Pelindo memiliki arti “Sang Penghibur”.

Selain itu, ada patung lainnya bernama Langka Bulawa yang mempunyai arti Ratu bergelang kaki emas. Letaknya sekitar 5 kilometer dari Patung Palindo.
Patung-patung di sini berupa wajah manusia, lengkap dengan alis, mata, mulut dan hidung. Bahkan patung-patung ini juga memiliki gender yang jelas.

Diyakini patung-patung tersebut sudah ada sejak abad ke-14. Setiap patung memiliki ukuran sekitar 1,5 meter dengan diameter sekitar 50 sentimeter. Sebagian patung-patung ini berada di posisi setengah terkubur di tanah. Uniknya, semuanya menghadap ke satu arah, yaitu ke Patung Palindo di Padang Sepe.

Tak ada yang mengetahui siapa yang membuat patung ini. Tak diketahui juga apa tujuan dibuatnya patung ini. Namun, ada kabar yang mengatakan jika patung tersebut dibuat untuk memuja para leluhur hingga untuk menangkal roh jahat.

Berbagai cerita pun kerap terdengar, seperti ada yang mengatakan jika patung-patung ini sering berpindah tempat, namun hingga kini semua kabar yang berhembus belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Selain patung, ada pula artefak yang berbentuk tempayan besar dengan diameter 1,5 hingga 2 meter. Kabarnya dahulu digunakan sebagai tempat penyimpanan atau biasa disebut Kalamba oleh penduduk setempat.

Saking menariknya, bahkan banyak peneliti datang ke Taman Nasional Lore Lindu untuk mencari tahu informasi lebih dalam tentang patung-patung ini

Komentar Anda ?

Leave a Reply