Pembangunan Rusunawa Unhas Habiskan Anggaran 13 Miliar

Sulselku – Universitas Hasanuddin akan membangun rumah rumah susun mahasiswa yang terletak di sekitar lokasi kampus Unhas di Tamalanrea Makassar. Hal ini dibuktikan dengan peletakan batu pertama Rumah Susun Kota Makassar II Unhas yang dilakukan oleh Rektor Unhas, Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu, Kamis (12/4/2018).

Rektor Unhas Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan pembangunan rusun ini menghabiskan biaya anggaran sebesar Rp 13 miliar. Ia mengatakan, memilih Unhas untuk pembangunan rusun ini sudah sangat tepat.

Kepala Satuan Kerja SNVT PUPR, Eka Rahendra mengatakan, bantuan pembangunan rumah susun untuk Unhas merupakan bagian dari keinginan dan cita-cita untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa demi Indonesia yang lebih baik.

“Kami ingin agar nantinya rumah susun ini dapat membantu mahasiswa yang berasal dari luar Makassar untuk memperoleh hunian yang layak dan terjangkau,” kata Eka.

Rusun ini merupakan hasil kerja sama antara Unhas dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Ini untuk yang kedua kalinya Kementerian PUPR memberikan bantuan, dimana sebelumnya pembangunan rusun sebanyak 11 blok, dimana masing-masing blok terdiri atas 12 kamar di Kampus Fakultas Teknik di Gowa. Saat ini, sebanyak 4 blok telah selesai dibangun, dan sisanya sementara dalam proses pembangunan.

Sementara itu, wakil dari TP4D Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (yang mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi), Supriyanto mengungkapkan kehadiran TP4D dalam setiap proyek pemerintah khususnya rusun di Unhas ini, merupakan upaya untuk mencegah terjadinya kekeliruan dalam proses pembangunan yang dapat membawa dampak hukum.

Supriyanto juga menyampaikan, pendekatan yang mereka lakukan adalah dengan apa yang disebut 4T, yaitu tepat mutu, tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat administrasi.

“Di Sulsel ini ada 13 paket proyek di Satker Perumahan untuk tahun 2018. Semuanya telah dimintakan pengawalan dari TP4D. Pengawalan ini adalah bagian dari semangat untuk mencegah korupsi, sehingga orang-orang tidak salah. Jadi, kita ingin melakukan pencegahan, bukan nanti belakangan menindak yang salah,” kata Supriyanto.

Komentar Anda ?

Related posts

Leave a Comment