Pemilihan Dekan FT UMI Diwarnai Kericuhan

Sulselku – Wakil Rektor II UMI Dirgahayu Lantara yang mencoba menengahi kericuhan justru menjadi korban penganiayaan, kericuhan itu terjadi karena pemilihan dekan Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI), Rabu (11/4/2018).

Mereka memprotes pengangkatan dekan Fakultas Teknik yang ditentukan rektorat. Saat mahasiswa melakukan orasi, Wakil Rektor II Dirgahayu Lantara dan Wakil Rektor III Prof Abdul Gani mencoba memberi penjelasan. Namun, terjadi ketegangan setelah keduanya mencoba mengambil megaphone yang digunakan mahasiswa.

Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda F Harahap mengatakan awalnya sejumlah mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan gedung Fakultas Teknik UMI. Aksi tersebut dilakukan sekitar 70 mahasiswa yang dipimpin Syamsul.

Mahasiswa tak terima hingga terjadi keributan antara pihak mahasiswa dengan pihak birokrasi kampus. Aksi kekerasan itu juga tampak dari sejumlah foto yang beredar. Tampak salah seorang mahasiswa menendang Dirgahayu Lantara yang sudah jatuh tersungkur.

“WR II terkena pukul dan tendangan pada badannya. Begitu juga beberapa orang dari kemahasiswaan juga terkena pukul oleh mahasiswa. Tak hanya saling pukul, mahasiswa juga membakar kursi yang merupakan fasilitas kampus,” ungkap Ananda.

Namun, Wakil Rektor III UMI, Prof Abdul Gani “menyembunyikan” penganiayaan tersebut. Dia mengatakan, hanya terjadi aksi saling dorong antara pihak kampus dan mahasiswa yang memprotes dekan baru. Mahasiswa yang melakukan protes adalah mahasiswa dari jurusan Teknik Mesin.

“Tidak ada pengeroyokan, yang ada saling mendorong oleh mahasiswa dari Teknik Mesin,” ungkap Gani.

Gani menjelaskan, keributan dipicu pemilihan dekan Fakultas Teknik yang diikuti dua calon, yakni dari jurusan Teknik Mesin dan Teknik Sipil. Saat pemilihan berlangsung jumlah suara seimbang yakni 6:6. Sesuai mekanisme, penentuan dekan selanjutnya diserahkan ke pihak yayasan dan rektor.

Setelah melalui beberapa pertimbangan, Yayasan Wakaf UMI dan rektor UMI menunjuk Muhtas Sarkawi dari jurusan Teknik Sipil sebagai dekan terpilih. Keputusan itu tak diterima mahasiswa dari jurusan Teknik Mesin.

Gani mengatakan pasca insiden, pihaknya masih mengidentifikasi siapa mahasiswa yang melakukan tindakan berlebihan pasca Muhtas Sarkawi jadi dekan Fakultas Teknik.

Komentar Anda ?

Related posts

Leave a Comment