Pemprov Aceh Akan Beri Perhatian Kesejahteraan Nyak Sandang


Sulselku – Pemerintah Provinsi Aceh berencana mengunjungi pelaku sejarah yang ikut patungan menyumbangkan harta kekayaannya demi membeli pesawat terbang pertama Indonesia, RI-001, saat Soekarno mengunjungi Aceh pada tahun 1948 silam.

Saksi sejarah itu ialah Nyak Sandang, warga Kabupaten Aceh Jaya. Ia merupakan salah satu dari sekian banyak masyarakat Aceh yang memberikan sumbangan untuk pembelian cikal bakal maskapai Garuda Indonesia.

Kepala Humas Protokol dan Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, menyampaikan Pemerintah Aceh akan menelusuri keberadaan Nyak Sandang. Sebab dia adalah salah satu saksi sejarah heroisme rakyat Aceh di awal kemerdekaan.

“Masyarakat Aceh yang berjasa dan menjadi saksi sejarah seperti Nyak Sandang harus diperhatikan dari semua sisi, termasuk kesejahteraannya. Nanti dinas terkait akan melakukan upaya yang diperlukan, apa saja yang harus dilakukan untuk memperhatikan beliau atas jasa-jasanya,” kata Mulyadi.

Ia menilai, sosok Nyak Sandang yang hingga saat ini masih memiliki semangat nasionalisme tinggi merupakan salah satu bukti bahwa Aceh sangat berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut dia, saat itu seluruh masyarakat Aceh ikut menyumbangkan harta kekayaanya. Tidak menunggu waktu lama Aceh mampu mengumpulkan uang hingga Indonesia memiliki pesawat diberi nama Seulawah RI-001.

“Itu juga menjadi bukti bahwa Aceh sangat setia dan loyal terhadap negara Indonesia, kalau pun ada sejarah perlawanan terhadap republik, itu terjadi karena beberapa janji yang belum terpenuhi, tapi begitu janji terpenuhi Aceh kembali lagi ke pangkuan ibu pertiwi,” tuturnya.

Nyak Sandang merupakan warga Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Ia bersama orang tuanya kala itu ikut menyumbang harta kekayaan sebanyak 100 perak dari hasil menjual sepetak tanah yang di dalamnya ditanami 40 pohon kelapa.

Meski sudah berusia lanjut dengan pendengaran yang tak lagi normal, namun semangat patriotisme masih terpancar saat Nyak Sandang menceritakan kisahnya.

Komentar Anda ?

Leave a Reply