Pengguna e-Tol di Sulsel di Nilai Meningkat Secara Drastis


Sulselku – Bank Indonesia (BI) terus menyosialisasikan kepada masyarakat khususnya pengguna jalan tol agar menggunakan uang elektronik atau e-money.

Pada awal pemberlakuan pembayaran di pintu tol dengan menggunakan uang elektronik hanya sekira 6 persen. Namun, saat ini pengguna uang elektronik melalui jalan tol telah meningkat menjadi 53 persen.

“Ini membuktikan kesadaran masyarakat Sulsel bertransaksi atau menggunanan uang non tunai pada pintu tol telah meningkat tajam,” beber Bambang Kusmiarso, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel di sela-sela sosialisasi Gerakan Transaksi Non Tunai dan Elektrofikasi Tol di Hotel Novotel Makassar, Rabu (21/3).

Peningakatan penggunaan uang elektronik untuk membayar pas tol sangat menggembirakan, sehingga BI akan terus menyosialisasikan hingga ke kabupaten/kota dengan menggandeng Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Pentingnya bekerja sama dengan kedua instansi ini karena Dinas Perhubungan berkaitan dengan sarana transportasi dan Dinas Kominfo berkaitan dengan penyebaran informasi soal uang elektronik kepada masyarakat.

Kenaikan elektrofikasi tol (e-tol) ini, tidak terlepas dari kesadaran masyarakat khususnya pemilik kendaraan dan penyediaan e-money oleh perbankan yang telah ditunjuk pemerintah.

Bambang mengakui, dibandingkan dengan e-tol di provinsi lain, Sulsel dianggap masih sangat rendah. Namun, perlu diketahui, kondisi geografis wilayah dan budaya masyarakat sangat berbeda.
“Dibandingkan dengan provinsi lainnya, e-tol di Sulsel masih tergolong sangat rendah. Hal ini saya katakan karena perbedaan kondisi geografis wilayah dan budaya masyarakatnya,” ujarnya.

Untuk lebih menggenjot lagi penggunaan uang elektronik saat membayar di pintu tol, maka Bank Indonesia akan mengembangkan ekosistim dengan mengutamakan pemakaian e-money tersebut.
Kemudian, perbankan yang ditunjuk pemerintah selaku penerbit e-money akan ditekankan memperkuat, memperlancar dalam penyediaannya.

Pada saat sosialisasi tersebut seorang peserta dari Dinas Perhubungan Kabupaten Wajo, menyambut baik langkah Bank Indonesia yang intens menyosialisasikan penggunaan uang elektronik tersebut.

Bambang mengapresiasi penerapan uang elektronik untuk transaksi yang dianjurkan pemerintah pusat karena keamanannya terjamin dan praktis karena tidak perlu lagi membawa uang dalam jumlah besar.

“Penggunaan uang elektronik untuk transaksi saya anggap sangat bagus. Selain memudahkan kita juga keamanan uang sangat terjamin,” katanya.

Namun Bambang mengutarakan, soal kejahatan perbankan, seperti kasus ‘skimming’, baru-baru ini, membuat masyarakat ragu atas keamanan uangnya di bank.

Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan sosialisasi yang digelar Bank Indonesia dengan menggandeng Dinas Perhubungan dan Diskominfo dari kabupaten/kota di Sulsel sangat tepat. Kedua instansi ini, dapat jembatan kepada masyarakat khususnya di pelosok atau pedesaan. (SYQ)

Komentar Anda ?

Related posts

Leave a Comment