Penjarahan Gudang Alfamart Menewaskan 3 Orang Korban Gempa Palu, Akibat Terjatuh dan Terinjak

Sulselku.com – Dalam pantauan Sulselku.com, tim menemukan sebuah Status pemilik akun bernama Vida Comel, sempat viral ” Penjarahan di gudang Alfamidi, 3 orang meninggal dunia akibat terjatuh dan terinjak-injak” tulis vida, pada pukul 18.01 WITA, 01/10/2018. Dan berhasil di bagikan sebanyak 5,5 ribu kali.

Dalam video yang di unggah Vida, nampak warga yang sedang berlomba-lomba mengambil barang yang mereka butuhkan. Salah satu komentar netizen di postingan vida, “biarmi mereka ambil, susah sekali makanan masuk, di jarah di jalan, tidak begituji kalau tidak lapar… Tapi kasian yang meninggal” tulis pemilik akun Ochin Chenez.
Berikut Link video yang di unggah oleh vida :

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyayangkan tindakan pengambilan barang yang dilakukan masyarakat terhadap toko-toko ritel di Palu dan Donggala.

Aprindo mencatat, hingga saat ini telah terjadi pengambilan barang oleh masyarakat di 40 gerai Alfamidi dan 1 gerai Hypermart di Kota Palu.

Ketua Umum Aprindo, Roy N. Mandey menyayangkan pernyataan sikap Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri yang berkesan arogan dengan memberikan izin bagi masyarakat untuk mengambil barang di toko Ritel yang ada di Palu dan Donggala.

“(Izin tersebut diberikan) tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan para pemilik usaha atau management maupun menghubungi Aprindo sebagai Assosiasi Pengusaha Toko Modern,” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (1/10).

Lebih lanjut, Roy menambahkan keputusan ini tidak mendidik masyarakat. Selain itu, pemerintah seolah-olah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bertindak diluar tata krama, moral, etika, multi tafsir dan kurang berbudaya.

“Kami peritel modern telah turut pula selama ini memberikan kontribusi bagi kemajuan dan laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia serta selalu hadir dalam memberikan bantuan sembako kepada masyarakat seperti saat terjadi kejadian serupa (gempa bumi) di Lombok, Jogja, Padang, Aceh, dan lain-lain,” tandasnya.

Atas insiden ini Alfamidi Palu rugi hingga Rp. 27 Miliar. Ritel modern ini mengatakan barang-barang di toko Alfamidi dan gudang juga habis diambil oleh masyarakat.

“ Sekarang sudah habis semua,” kata Direktur Lisence and Corporate Affair Alfamart, Solihin, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 2 Oktober 2018.

Solihin mengatakan Alfamart memiliki 41 toko dan 1 gudang di sana. Barang-barangnya pun ludes. Jika dihitung-hitung, total kerugian akibat aksi ini mencapai Rp27 miliar.

“ Kerugian rata-rata stok saya sekitar Rp300 juta per toko. Dari 41 toko dan stok di gudang minimal Rp10 miliar-Rp15 miliar. Itu sudah berapa kerugiannya. Belum anggota Aprindo lain seperti Ramayana dan lain-lain,” kata dia.

Solihin juga mengatakan ada tiga toko Alfamart yang ambruk akibat gempa. Lima orang karyawannya juga menjadi korban jiwa. Ini belum termasuk karyawan-karyawan lain yang masih belum diketahui nasibnya.

“ Kami prihatin karena ini sebuah musibah. Tapi, karena ini sesama musibah, jangan menambah musibah lain lagilah,” kata dia. (QAR)

Komentar Anda ?

Leave a Reply