PPI Sayangkan Ormas Pendukung DIAmi yang Dipimpin Kadis Kerap Hadap-hadapan Polisi

Sulselku – Aksi demonstrasi yang belakangan ini dilakukan pendukung Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) dinilai rawan menimbulkan konflik. Apalagi jika berani melawan petugas kepolisian.

Ini disayangkan lantaran pimpinan Ormas yang getol melakukan aksi membakar ban dan menutup jalan, ternyata dipimpin oleh para kepala dinas di lingkup Pemkot Makassar.

“Kita selalu mengedepankan prinsip untuk mengawal demokrasi yang damai. Tidak boleh karena kepentingan kita tidak terakomodir, lalu merusak tatanan yang ada. Silahkan protes tapi pada jalur yang benar,” kata Ketua Poros Pemuda Indonesia (PPI) Sulawesi Selatan Taqwa Bahar, Jumat (13/4/2018).

Menurutnya, meski tak setuju dengan setiap putusan lembaga yang ada, tapi nilai-nilai penghormatan kepada setiap lembaga harus dijunjung tinggi.

“Boleh tidak terima, tapi putusan KPU, putusan Panwaslu, pengadilan, lembaga DPRD, kepolisian, atau apapun itu, harus dihormati. Protes silakan, tapi pada jalur yang benar, tidak menganggu orang lain,” ujar Taqwa.

Belakangan ini ormas-ormas dan komunitas pendukung DIAmi makin sering menggelar aksi demo. Mereka memprotes PT TUN atas putusannya untuk menganulir pencalonan Danny-Indira.

Mendatangi KPU karena dianggap tidak netral, melaporkan Gakkumdu ke Bawaslu lantaran dinilai tidak tegas, hingga demo di kantor DRPD memprotes 13 anggota dewan.

Menariknya, hampir semua komunitas ini adalah orang-orang dekat Danny Pomanto di pemerintahan. Sebut misalnya Laskar Merah Putih (LMP), organisasi ini digawangi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapemda) Kota Makassar Irwan Adnan. Meski posisinya status non aktif, tapi kendali dan pembiayaan LMP masih sepenunya ditangan Irwan.

Begitu juga organisasi Garda Nusantara, diketuai Andi Bukti, Kepala Badan Perizinan Satu Atap, pengendali seluruh kegiatan perizinan di Makassar. Satu komunitas lagi, Mesa’kada belakangan diketahui, di back up Kadis PU, Ansar.

Adapun Brigade 08 yang selalu berada di barisan terdepat pendukung Danny, dipimpin pengusaha yang juga dekat dengan petahana Danny Pomanto. Brigade 08 diketui Lukman.

Terkait dengan ormas pendukung DIAmi yang dipimpin kadis dan para pengusaha, Taqwa Bahar mengingatkan resiko besar berada di depan mereka.

“Bisa dibayangkan, kalau pihak kepolisian merasa terusik, merasa ikut terganggu karena aksi anarkis yang tidak simpatik, itu bisa fatal. Pasti yang ditanya pertama adalah siapa ketuanya, siapa yang gerakkan?” kata Taqwa Bahar.

Komentar Anda ?

Leave a Reply