Resmikan “Kebun Angin” Raksasa Pertama di Indonesia, Presiden: Seperti di Eropa, tapi di Sidrap

Sulselku – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap berkapasitas 75 MW di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Senin (2/7/2018).

PLTB Sidrap I merupakan pembangkit bertenaga angin skala komersial pertama dan merupakan yang terbesar di Indonesia.

Tiba sekitar pukul 15.00 Wita, Jokowi tampak santai, dengan menggunakan kemeja putih, celana hitam, dan sepatu sneakers berwarna merah putih.

Di hadapan warga yang telah menanti sejak pukul 09.00 Wita, Jokowi mengungkapkan rasa bahagianya atas peresmian PLTB pertama dan terbesar di Indonesia itu. Ditambah dengan hasil pembangunan yang dianggap sangat memuaskan.

“Saya lihat baling-balingnya mutar semua. Artinya angin disini lebih dari cukup. Tadi saya merasa kok kayak di Belanda. Serasa di Belanda gitu. Kayak di Eropa tapi kita di Sidrap,” ungkap Jokowi disambut tawa warga dan undangan yang hadir.

Kunjungan Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana, beserta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Diketahui, PLTB Sidrap merupakan salah satu program pemerintah dalam mengembangkan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. Hal ini sesuai dengan target bauran energi dari EBT sebesar 23 persen pada 2025.

PLTB Sidrap menggunakan 30 Wind Turbin Generator (WTG) atau kincir angin raksasa. Dimana masing-masing plat berkapasitas 2,5 Megawatt (MW). Model turbin, yaitu Gamesa Eolica Corporation G114 2,5 MW WTG pada menara baja setinggi 80 meter. Turbin yang digunakan adalah turbin angin Kelas II A. Dengan panjang baling-baling 57 meter.

PLTB Sidrap diperkirakan dapat menghasilkan listrik sebesar 75 MW. Dengan fasilitas Maxpower yang menyediakan sebanyak 78.75 MW. Diman 70-77MW dikirim pada Titik Interkoneksi. PLTB terbesar di Asia Tenggara ini diproyeksikan akan mampu mengaliri listrik kepada 70 ribu pelanggan di wilayah Sulsel.

Presiden pada kesempatan ini juga meresmikan 2 proyek infrastruktur ketenagalistrikan dan 3 groundbreaking proyek ketenagalistrikan di wilayah Sulawesi lainnya.

Seluruh proyek infrastruktur ketenagalistrikan berkapasitas total 757 MW yang diresmikan dan memiliki nilai investasi sebesar 1,17 Miliar USD serta menyerap tenaga kerja sebanyak 4.480 orang selama masa konstruksi hingga tahap operasi.

Komentar Anda ?

Leave a Reply