Seruan Baju Putih Ke TPS, Jokowi Dilaporkan Ke Bawaslu

Sulselku – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) karena diduga telah membuat pernyataan provokatif.

“Perbuatan Pak Jokowi selaku capres, yang di dalam kampanyenya telah menyampaikan suatu pernyataan provokatif dan secara tendensius menuduh tersebut, maka tentu saja tidak dapat dibenarkan, bahkan berpotensi melakukan pelanggaran kampanye,” kata Koordinator ACTA, Muhajir, melalui keterangan tertulis, Jumat (29/3/2019).

Laporan ini disampaikan atas nama Dahlan Pido. Jokowi dilaporkan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang 7 Tahun 2017 Pasal 280 ayat (1) huruf C dan D jo Pasal 521 tentang Pemilu.

Menurut Muhajir pernyataan yang disampaikan melalui surat yang ditandatangani Jokowi itu dapat memecah belah bangsa.

Hal ini berpotensi memunculkan konflik antara pemilih yang berbaju putih dan tidak berbaju putih.

“Dengan beredarnya surat yang ditandatangani oleh Pak Jokowi, yang berisikan imbauan, ‘Gunakan hak pilih kita pada tanggal 17 April 2019. Jangan lupa pilih yang bajunya putih, karena putih adalah kita. Kita semua ke TPS berbondong-bondong berbaju putih’. Adapun jika terjadi, maka hal tersebut sangat berpotensi pula untuk memecah belah bangsa,” ujar Muhajir.

Tak hanya itu, pernyataan Jokowi di hadapan para pengusaha dan pendukungnya di Gedung Istora Senayan, Kamis (21/3/2019) juga provokatif.
Dalam acara itu Jokowi meminta warga negara yang sudah punya hak pilih untuk tidak golput dan menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos di TPS.

Lewat pernyataannya, Jokowi sempat menyinggung istilah ‘organisasi’ yang dianggap tendensius terhadap lawan politiknya.

“‘Jangan biarkan satu orang pun golput, karena ini menentukan arah negara ke depan. Bapak, ibu, mau memilih yang didukung oleh… organisasi-organisasi yang itu?’ Kata Pak Jokowi, yang selanjutnya ribuan orang yang hadir tertawa dan bertepuk tangan seakan mengerti maksud Pak Jokowi, dan kompak menjawab, ‘Tidaaak!’. ‘Saya tak menyebut ya, tapi sudah tahu sendiri kan? Inilah yang saya sampaikan’, ujar Pak Jokowi lagi,” tutur Muhajir menggambarkan pernyataan Jokowi.

Muhajir pun meminta Bawaslu memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. “Terkait dengan pernyataan ataupun perbuatannya dimaksud ke Bawaslu RI agar diberikan teguran maupun diberikan sanksi hukum sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Muhajir.

Komentar Anda ?

Leave a Reply