Shamsi Ali : Perang Terbesar Sekarang Adalah Perang Image

Imam Shamsi Ali saat silaturahim di Pesantren Darul Istiqamah Maros (31/07) (dok. Darul Istiqamah Maros)
Imam Shamsi Ali saat silaturahim di Pesantren Darul Istiqamah Maros (31/07) (dok. Darul Istiqamah Maros)

Sulselku – Presiden Nusantara Foundation yang berkantor di Kota New York Imam Shamsi Ali menyampaikan bahwa peperangan terbesar saat ini adalah perang image (kesan).

Hal itu diutarakannya pada Silaturahmi yang dirangkaikan dengan launching Program Tahfizh Anak Usia Dini (TAUD) oleh Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas lulusan Universitas Cornell, Prof. Veny Hadju, Ph.D dan walimah pernikahan Ismail Nurdin dan Firmansyah pada 31 Juli 2016 di Maccopa, Maros.

Menurut Imam Shamsi, semakin ada yang ingin menggenjot Islam, maka Islam akan semakin ke atas. Belajar dari kejadian pasca tragedi WTC 2001 yang berimplikasi pada diskriminasi terhadap Islam, rupanya diskriminasi itu malah menjadikan banyak publik Amerika ingin belajar Islam bahkan memeluk agama Islam dengan kesadaran sendiri.

Imam lulusan Pesantren Darul Arqam Gombara tersebut juga bercerita bahwa ia pernah didatangi oleh seorang mahasiwa di Amerika yang berteman dengan seorang muslim bernama Osama. Kata Christian, mahasiswa tersebut, ia melihat karakter dan akhlak yang baik dari Osama dan akhirnya bertanya-tanya tentang Islam dan bertemu Imam Shamsi Ali. Selanjutnya, dengan kesadarannya sendiri, Christian bersyahadat dan mengganti namanya: Isa.

Selanjutnya, Imam Shamsi juga bercerita bahwa saat ini dunia kita berkembang sangatlah cepat yang ditandai dengan kecepatan informasi, dunia pun terasa lebih sempit dan olehnya itu harus terkoneksi antara satu dan lainnya, dan saat ini terjadi kompetisi yang luar biasa.

Menutup ceramahnya, Imam Shamsi Ali mengatakan bahwa saat ini yang harus kita lakukan akan membuat jembatan, bukan dinding. Yaitu jembatan yang menghubungkan antara berbagai kelompok manusia untuk saling terkoneksi, bukan dinding yang memisahkan antar manusia. Kalimat ini kemudian dipakai oleh salah seorang kandidat presiden Amerika dalam kampanye.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Pimpinan Pesantren Darul Istiqamah Ust Muzayyin Arif, yang juga dihadiri oleh Bapak Pesantren KH. M. Arif Marzuki, Ketua Yayasan Ust Muthahhir Arif, Perwakilan Saudia Grandhandling Services Ust Yudistira, dan undangan.

(Sumber: fanspage Pesantren Darul Istiqamah, Maros)

Komentar Anda ?

Leave a Reply