Tak Ada Tanggapan dan Tindakan, Warga Merasa Kecewa

Sulselku – Proyek penghubung Sinjai Timur-Tellulimpoe yang berlokasi di Jalan Toboe, Desa Biroro, Kecamatan Sinjai Timur yang masa kontrak 19 juli – 15 desember 2019 dengan nilai kontrak Rp.10,489,895,000- yang terdiri dari item pengerjaan, hotmix, bahu jalan, saluran/drainase dan talud jalan mendapat sorotan warga sebab belum cukup dua bulan dinding pondasi sudah rubuh, dan tidak ada tindakan

Seperti halnya yang di sampaikan oleh Hafid selaku Masyarakat Desa Biroro. “kalau kerja jangan asal jadi karena dampaknya pasti ke masyarakat dan ini kritikus kami kepada kontraktor untuk lebih memperhatikan hasil kerjanya, bahkan kami sudah menyurat pada tanggal 25/02/2020 ke Kepala Dinas Pekerjaan Umum tembusan Bupati Kab. Sinjai dan Kejaksaan Negri Sinjai namun sampai hari ini tidak ada tanggapan bahkan blum ada tindakan sama sekali, ok kalau dari pihak kontraktor atau dinas PU menganggap ini main-main saya tidak segan segan melampirkan hasil kerjaanya yang menyebabkan kenapa pondasi cepat roboh dan menanyakan standar pembangunan yang sebenarnya, apakah seperti ini yang di RAB,” kata Hafid.

Bukan hanya Hafid, sejumlah masyarakat juga mempertanyakan demikian seperti halnya Ainul yang juga warga Desa Biroro sangat menyayangkan dengan kejadian ini.

“Sangat tidak masuk diakal hasil dari pekerjaan jalan ini, melihat dari anggaran yang terpampang di papan proyek sama sekali tidak singkron dengan hasil pekerjaan yang ada. Sudah eberapa pekan kami meminta kepada pihak pengelolah proyek untuk meninjau kembali hasil kerjanya dan memperbaiki yang masih butuh perbaikan akan tetapi samapai hari ini tdk ada tindakan. dan kami tekankan kepada pihak terkait harus bertanggung jawab mengenai hal ini tolong di indahkan permintaan kami,” tambah Ainul.

Sudah beberapa hari kami tunggu tanggapan mengenai surat kami yang masuk ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten Sinjai namun sampai hari ini tidak di tanggapi.

Komentar Anda ?

Leave a Reply