Tangani Stroke Berdasarkan Jenisnya

Sulselku – Seseorang yang mengalami serangan stroke harus segera diberi pertolongan medis di rumah sakit. Hal ini perlu dilakukan agar mencegah kerusakan otak berlanjut dan meningkatkan peluang untuk pulih pada penderita.

Penanganan stroke bergantung dari jenis stroke yang dialami, apakah itu merupakan stroke iskemik atau stroke hemoragik.

1. Stroke iskemik

Pada stroke iskemik, dokter harus segera membuat aliran darah ke otak kembali lancar. Dokter akan memberikan obat yang dapat memecah sumbatan di aliran darah, yang dikenal dengan intravenous tissue plasminogen activator (tPA). Obat ini biasanya disuntikan melalui pembuluh vena di lengan, dan bekerja dengan mengencerkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di otak pada keadaan stroke.

Selain itu, pada beberapa kasus dokter juga bisa mengatasi penyumbatan dengan langsung memasukkan obat ke area penyumbatan dengan bantuan selang (kateter). Kateter ini dimasukan melalui pembuluh darah di lipatan paha dan terus sampai ke area pembuluh darah yang tersumbat. Prosedur ini dikenal dengan istilah intra-arterial thrombolysis.

Pada kasus stroke dengan bekuan darah yang besar, dokter juga bisa memasukan alat yang dapat membuka jalan di pembuluh darah yang tersumbat (stent). Namun, biasanya prosedur ini tetap dikombinasikan dengan tPA.

2. Stroke hemoragik

Pada kondisi stroke hemoragik, penting untuk mengontrol perdarahan yang terjadi dan menurunkan tekanan di dalam otak. Beberapa kasus stroke hemoragik yang mengalami perdarahan luas, perlu dilakukan operasi. Namun, sebelum melakukan operasi, dokter juga perlu mempertimbangkan efek terapi dan efek samping dari operasi itu sendiri, tergantung dari keparahan stroke yang dialaminya.

Pemberian beberapa obat juga dapat dilakukan seperti obat pengencer darah, obat penurun tekanan di dalam otak, obat penurun tekanan darah, hingga obat pencegah kejang. Pada beberapa kasus, transfusi darah perlu dilakukan untuk mencegah efek pengenceran darah.

Jika perdarahan di dalam otak sudah berhenti, biasanya penanganannya bersifat suportif. Tubuh secara alami dapat menyerap darah dari hasil perdarahan di otak. Namun, bila perdarahan yang terjadi memang menyebabkan perdarahan yang hebat, maka tetap perlu dilakukan operasi untuk mengeluarkan darah tersebut dan mengurangi tekanan di dalam otak.

Pada kasus stroke hemoragik yang berhubungan dengan kelainan pembuluh darah di otak, seperti arterivenous malformation (AVM), maka perlu dilakukan operasi perbaikan pembuluh darah, yang lagi-lagi tergantung dari tingkat keparahannya.

Stroke merupakan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan medis secara cepat dan tepat. Jika Anda mengetahui ada seseorang yang mengalami gejala stroke, segeralah periksakan diri kedokter agar mendapatkan penanganan medis yang lebih tepat di rumah sakit. Semoga bermanfaat. (ASN)

Komentar Anda ?

Leave a Reply