Untuk Memulihkan Perekonomian Indonesia, Pemerintah Harus Lakukan Ini


Sulselku – Pengamat ekonomi dari Universitas Andalas, Padang, Prof. DR. Elfindri mengatakan, pemerintah Indonesia perlu lebih mengoptimalkan ekspor ke sejumlah negara lainnya untuk memulihkan ekonomi.

“Kebijakan ini dibutuhkan karena nilai rupiah semakin menurun, penyebabnya antara lain ekonomi Amerika Serikat makin membaik, sehingga ‘capital inflow’ (modal masuk) ke AS meningkat dan harga dolar AS semakin tinggi,” kata Elfindri saat dihubungi dari Pekanbaru.

Pendapat demikian disampaikannya terkait Presiden Jokowi meminta untuk mewaspadai dinamika ekonomi global yang berdampak pada daya saing ekonomi nasional.

Presiden juga meminta penyaluran bantuan sosial tepat waktu dan tepat sasaran.
Untuk mendorong investasi dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi, Presiden pun meminta dilakukan reformasi struktural yang diharapkan untuk mendorong investasi dan ekspor.

Sementara itu, menurut Bank Dunia melaporkan Indonesia berada pada urutan nomor dua sebagai negara terbaik untuk berinvestasi pada 2018.

Menurut Elfindri, pengembangan investasi masih mungkin berbiaya tinggi, baik karena aturan maupun “unoficial economy” dalam proses investasi itu sendiri.

“Persoalan investasi sebaiknya dilihat tidak saja di Pulau Jawa, akan tetapi memeratakan investasi jauh lebih banyak efek distribusinya dibandingkan investasi pada satu atau dua tujuan utama,” katanya.

Jadi isunya, katanya, berubah bukan strategis, tapi bagaimana pemerataan investasi yang berdampak pada pembangunan daerah di seluruh tanah air.

Terkait penilaian Bank Dunia tersebut, katanya, suatu hal yang ironis kalau Indonesia oleh Bank Dunia termasuk nomor dua, mengingat mata uang rupiah melemah dan pertumbuhan ekonomi saat ini berada pada kisaran 5,1 persen.

Indonesia perlu melakukan sesuatu di tengah berubahnya “landscape perekonomian global”, agar perekonomian tetap tumbuh, dana dalam kaitannya dengan pengaruh ekonomi digital yang telah merubah bentuk pelayanan sehingga Indonesia perlu mengambil bagian mana yang akan menjadi kekuatan dalam jangka panjang.

Kerangka ini perlu disusun secara jelas oleh pemerintah, misalnya apakah Indonesia mesti memilih prioritas restorasi industri. Sedangkan industri dan teknologi dapat diarahkan pada bagian yang spesifik agar dalam jangka panjang Indonesia bisa lebih pasti, tidak terjebak jadi negara berpendapatan menengah rendah.

Komentar Anda ?

Leave a Reply