Wajib Tandatangan Surat Bertanggal Kosong, Caleg PKS Ramai Pindah Partai

Sulselku – Belum reda polemik pemecatan terhadap pengurus wilayah, kabupaten dan kecamatan, DPP PKS kembali membuat langkah kontroversi dengan surat pernyataan mundur bagi caleg yang akan maju melalui PKS. Ironisnya surat pernyataan mundur itu wajib ditandatangani dengan tanggal kosong. Hal itu tertuang dalam Surat No. 02/D/EDR/DPP-PKS/2018 tertanggal 29 Juni 2018.

Menyikapi surat edaran tersebut, BCAD PKS yang ingin maju untuk DPRD Pinrang, Syukur Baddu, memilih untuk mundur dari pencalonan dan memilih partai lain.
“Adanya surat edaran ini jadi aneh, belum lagi kita maju bertarung, kita sudah diminta menandatangani surat pengunduran diri. Jangan sampai ini nanti begitu kita terpilih langsung digugat untuk mundur. Apalagi saya melihat PKS sedang rame-rame melakukan pemecatan kadernya. Saya kayaknya akan maju lewat partai lain saja.” ujar Syukur Baddu.

Hal serupa terjadi di beberapa daerah lain seperti di Wajo dan Parepare, beberapa tokoh masyarakat yang tadinya berniat maju melalui PKS akhirnya urung dan memilih maju lewat partai lain. Ketua DPD PKS Wajo, Ambo Upe menyayangkan adanya kebijakan tersebut, menurutnya hal itu membuat PKS kesulitan dalam mencari caleg yang akan maju melalui PKS.

“Dengan adanya surat edaran tersebut membuat beberapa tokoh masyarakat yang tadinya telah komitmen maju lewat PKS akhirnya batal dan memilih maju lewat partai lain. Saya sendiri tidak akan maju dalam pemilihan legislatif mendatang.” jelas ketua DPD PKS Wajo ini.

Sebelumnya juga sempat ramai artis Adly Fairuz yang selama ini terlihat menjadi icon PKS Muda tetapi akhirnya memilih maju lewat partai Nasdem untuk Dapil Jateng 1.

Komentar Anda ?

Leave a Reply