Anak Indonesia Ini Ingin Jadi Imam di Mekah

Sulselku – Jika anda pernah mengikuti program Televisi bernama Hafiz Indonesia pada tahun 2014 maka anda pasti mengenal dengan satu anak bernama Abdul Rasyid, kala itu umur Rasyid baru 7 tahun namun bisa memukau juri dengan lantunan Al-qurannya yang begitu indah. Dia bisa menirukan lagu 15 imam terkenal di dunia.

Kemampuan Rasyid melantunkan dan menghafal Alquran diakui uminya, Yulia Sofyani adalah merupakan sebuah keajaiban dari Allah. Bagaimana tidak, sewaktu anaknya terlahir dengan nama Gilang (Rasyid kecil, red), di usia sekitar 7 bulan, Rasyid sudah bisa menyebut nama Allah.

“Kalimat pertama yang diucapkan Rasyid ketika itu adalah kata Allah… Allah… Allah,”ucap Yulia sembari menirukan bagaimana anaknya mengucapkan kata Allah tersebut dalam kepelatannya.

Sejak saat itu, lanjut Yulia, Rasyid setiap hari, kerjanya mencoret dinding-dinding rumah dengan gambar kubah masjid mengunakan pensil atau pensil cat. Suatu ketika, di usianya masuk 8 bulan, Rasyid diajak berjalan sore dan ketika itu melewati sebuah masjid Rasyid melihat kubah mesjid yang di atasnya ada tulisan Allah, dengan spontan Rasyid menyebutkan “Allah.. Allah..” sambil menunjukkan tulisan Allah tersebut. Sejak saat itulah, Rasyid begitu dekat dan setiap waktu ingin ke masjid.

Memasuki usia 1 tahun, Rasyid sudah menunjukkan kelebihannya dalam membaca Alquran, terutama ayat-ayat pendek. Rasyid bahkan selalu meminta agar ke mana-mana memegang Alquran. Jadi tangannya tak lepas-lepas dari memegang Alquran, ke mal, ke sekolah, pokoknya kalau keluar rumah, selalu meminta agar Alquran tetap dalam genggamannya.

Usia Rasyid dua tahun menurut Yulia adalah masa pencarian. Di mana Yulia selaku ibunda Rasyid yang kemudian memilih untuk menjadi single parent dalam memelihara Rasyid. Segala cobaan yang ditanggung Yulia semakin berat. Hampir tiap hari air mata berjatuhan. Bagiamana tidak, Rasyid kecil tumbuh semakin aktif. Tiap hari menangis untuk dibawa ke masjid.

“Bukan sebentar, kalau sudah maunya ke masjid, sampai larut malam. Gembira sekali dia bertemu dan berkumpul dengan orang-orang di masjid, sampailah orang-orang di masjid pulang semua, barulah dia minta pulang,” kata Yuli lagi.

Bocah kelahiran 26 April 2007 itu, pada usia 4 tahun, meminta kepada ibundanya untuk pergi umrah. Karena ekonomi belum mencukupi, Yulia meminta kepada Rasyid untuk bersabar. Tapi keinginan Rasyid sudah tidak dapat dibendung lagi.  Pada Tahun 2012 keinginan Rasyid terwujud, ibunya harus menjual sebidang tanah, harta pusaka yang mereka miliki.

Sepulangnya dari umrah, Rasyid kemudian meminta pada ibundanya untuk mengubah namanya menjadi Abdul Rasyid yang artinya pintar. Sejak itu pulalah, Rasyid semakin bersemangat belajar dan menulis Arab hingga mampu melantunkan ayat suci Alquran, menghafal beberapa ayat.

“Ajaibnya, saya jujur saja bahwa saya agak kurang tahu ilmu Alquran, tapi Rasyid memperoleh pengetahuan itu dengan sendiri saja. Saya tak tahu, tiba-tiba misalnya dia sudah bisa lancar baca dan menulis arab. Inilah yang sebut keajaiban Allah,” jelas Yulia lagi.

Rasyid baru mendapat pendamping guru setelah bertemu Abdul Jawad, ayah baru Rasyid yang dipilihnya sendiri. Lewat pria yang Rasyid sapa Abi itulah, dia belajar lebih dalam tentang Alquran.

Sementara itu, Rasyid ketika ditanya apa cita-citanya. Dia hanya menjawab singkat. “Ingin jadi imam di Makkah,” katanya singkat. (Penulis/riaupos)

Komentar Anda ?

Leave a Reply