Biaya Ambulans Mahal, Sanusi Angkut Jenazah Anaknya Menggunakan Motor

Ilustrasi
Ilustrasi

Sulselku – Kabar menyedihkan datang dari pasangan keluarga kurang mampu di Pangkep, Sanusi (24) dan Nurhayati (20). Sanusi harus membawa jenazah bayinya dari Makassar ke Pangkep menggunakan motor karena tidak bisa membayar biaya ambulans.

Berawal ketika Nurhayati dibawa ke RSUD Pangkep, hanya saja karena butuh perawatan kesehatan yang serius, maka dia dirujuk ke RS Ibnu Sina Makassar, Minggu, 29 Mei.

Keluarga Sanusi adalah pengguna Kartu Indonesia Sehat (KIS), dokter mengatakan kondisi anaknya tidak normal, napas anaknya tidak beraturan. Perawat sempat menawarkan penggunaan teknologi canggih untuk proses penyembuhan anaknya, namun karena biaya yang mahal maka Sanusia meminta alat yang sederhana saja. Dan akhirnya anaknya dinyatakan meninggal dunia.

Duka yang mendera Sanusi dan Nurhayati bertambah ketika Sanusi ingin membawa jenazah anaknya ke Pangkep menggunakan ambulans, ternyata biaya ambulans mahal, 2 juta rupiah. Akhirnya Sanusi membawa pulang anaknya menggunakan motor, dia berboncengan dengan pamannya ke Pangkep pada pukul 23:30 dan tiba di balocci, Pangkep pada Selasa subuh.

“Kita putuskan naik motor senin tengah malam, tiba di Pangkep subuh dan langsung dikuburkan,” ungkap Sanusi.

Duka Sanusi pun kian bertambah ketika mengetahui istrinya masih membutuhkan perawatan tambahan, namun karena biaya terbatas maka ibu yang baru melahirkan itu tidak mendapat pelayanan memadai dari rumah sakit. Bahkan Nurhayati masih tersandera di RS Ibnu Sina karena tidak mampu membayar biaya perawatan bayi sebesar Rp. 1,7 juta.

Komentar Anda ?

Leave a Reply