di Jepang, 8,1 Juta Rumah Akiya Bisa Dimiliki Secara Gratis

Sulselku – Dilansir dari World Economic Forum, (7/12) Jepang memiliki banyak rumah kosong yang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya. Dan kondisi rumah tersebut sebagian sudah rusak.

Untuk rumah kosong, di Jepang punya sebutan “Akiya”. Rumah-rumah “Akiya” ini akan dipasarkan oleh Bank Akiya yang kerap memasarkan properti.

Bagi yang tertarik untuk membeli rumah kosong tersebut, pembeli atau pemilik rumah yang baru hanya perlu membayar biaya fee komisi kepada agen penjual properti. Terutama untuk rumah yang kondisinya sudah rusak. Cukup menarik peminat pembeli bukan?

Berdasarkan survei, ada 8,1 juta rumah “Akiya” yang mulai dipasarkan. Rumah-rumah kosong itu kebanyakan berada di pinggiran kota dan pedesaan. Jepang sendiri memiliki populasi rendah dan aging yang kemungkinan akan menghasilkan lebih banyak rumah yang ditinggalkan.

Diprediksikan pada 2033 mendatang, lebih dari 20 persen rumah di Jepang bakal kosong.

Sedangkan di Indonesia, sektor perumahan rakyat atau masyarakat berpenghasilan rendah(MBR) masih memiliki potensi besar untuk digarap oleh para pengembang. Pasalnya, backlog rumah hingga per 2017 masih tinggi yakni 13,7 juta unit.

Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan ada lima kota besar yang masih berpotensi untuk digarap terutama sektor rumah bagi MBR, antara lain Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Bali.

“Potensinya akan selalu besar untuk penjualannya karena masih tinggi, backlog 13,7 juta per 2017. Ada beberapa kota besar yang backlog-nya masih tinggi yakni Kaltim, Sumut, Sulut, dan Bali,” ucapnya dalam Rumah.com Property Outlook 2019, di Jakarta, Kamis (6/12).

Ia menerangkan, empat kota besar tersebut mencerminkan bahwa tingginya angka backlog perumahan masih terfokus pada tiga pulau besar Indonesia yakni Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Ini dikarenakan jumlah penduduknya yang relatif besar.

Komentar Anda ?

Leave a Reply