Ini Pernyataan Sikap KAMMI Sulselbar Terhadap Kasus RMY

Sulselku – Aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Sulselbar mengeluarkan pernyataan sikap mengenai kasus yang menimpa Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alis Rommy.

“Kasus ini menjadi gambaran bahwa reformasi yang telah berlangsung selama 20 tahun tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan sehingga menambah deretan panjang kasus jual beli jabatan yang tidak kunjung habis,” ungkap Farid selaku Ketua Umum KAMMI Wilayah Sulselbar dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sulselku. Com, Senin 18 Maret 2019.

Menurut Farid, kasus tersebut menjadi preseden buruk bagi para birokrat dilingkup pemerintahan. Ketika uang yang dijadikan petimbangan untuk mengisi posisi tertentu bukan lagi kompetensi dan pengalaman, maka sangat wajar kalau kita melihat pelayanan birokrat tidak becus dan banyak terjadi pungli disana sini. Yang paling miris adalah karena kasus yang terungkap ini terjadi di Kementerian Agama, lembaga yang seharusnya memberikan panutan bagi lembaga lain.

“Saya berharap kasus ini diusut dengan tuntas dan diproses sesuai dangan hukum yang berlaku. Kami juga mendesak KPK mengusut kasus ini hingga ke daerah-daerah, karena praktek ini sangat
mungkin juga terjadi di daerah,” harap Farid.

Diketahui bahwa tepat pada hari Jum’at (15/3/2019) Romahurmuziy di tangkap oleh KPK bersama lima orang lainnya yang yakni Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS) yang juga Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ).

Kemudian, Asisten Romahurmuziy berinisial ANY, Caleg DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, AHB, serta seorang Sopir berinisial S.

Komentar Anda ?

Leave a Reply