Jafar Sodding Sosialisasi Perda Kesehatan, Ini Keluhan Warga Terkait BPJS

Sulselku – Legislator DPRD Sulsel, Jafar Sodding menggelar sosialisasi perda di Kecamatan Tamalanrea (15/08), adapun perda yang disosialisaikan adalah Perda nomor 9 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Kerja Sama Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan.

Pada kesempatan itu masyarakat mengeluhkan pelayanan rumah sakit untuk pasien Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang tidak seindah yang tercantum pada perda tersebut. Banyak rumah sakit yang tidak melayani dengan baik pasien KIS.

“Sudah rahasia umum pak, rumah sakit banyak menolak pasien BPJS dengan berbagai alasan, kamar full atau alat lagi rusak, belum lagi pelayanan perawat dan pegawai yang tidak bagus, padahal kita membayar iuran perbulan dan itu tidak sedikit. Sangat berbeda pelayanan untuk pasien umum,” kata Maryam mengeluarkan uneg-unegnya.

“Sering di rumah sakit kehabisan obat yang tercantum dalam resep dari dokter, dan mereka mengarahkan kami beli di apotik luar rumah sakit, yang tadinya gratis jadi berbayar,” keluh Dg. Puji.

BPJS memang selalu menjadi sorotan, selain gaji direkturnya yang disorot, iuran yang akan dinaikkan juga menjadi polemik tersendiri di tengah masyarakat, belum lagi pelayanan amburadul di rumah sakit.

Jafar Sodding menghimbau bahwa apapun kondisi BPJS saat ini, masyarakat harus mengusahakan untuk mendaftar sebagai anggota BPJS, karena akan ada sanksi administrasi jika tidak mempunyai kartu BPJS sampai akhir tahun 2019 ini.

“Kalau memang tidak mampu membayar, segera daftar ke RT masing-masing untuk didaftarkan sebagai warga kurang mampu dan akan diusahakan mendapatkan KIS yang dibiayai oleh pemerintah,” kata Jafar.

Menanggapai apotik rumah sakit yang sering kehabisan obat, Jafar mengatakan bahwa jangan keluar ke apotik lain. “Jangan cari apotik lain, minta obat yang lain dengan kandungan yang sama, itu kewajiban rumah sakit untuk menyiapkan,” kata Jafar. (NS)

 

Komentar Anda ?

Leave a Reply