Mahasiswa Masa Gitu?


Oleh: Akhran Mutakabbir

Sulselku – Awal tahun 2018 hingga beberapa tahun kedepan sebagian orang menyebutnya sebagai tahun (ajang) politik,tahun dimana hampir seluruh warga negara yang telah aqil baliq atau 17+ memiliki hak yang sama dalam menyuarakan dukungan.

Memang tak dapat di pungkiri setiap individu pasti memiliki jagoan masing-masing entah karena adanya ikatan darah keturunan,kerabat bahkan yang belum mereka kenal sekalipun.

Mahasiswa,mereka adalah anak muda yang sedang mengasah kemampuan demi menyambut tantangan perkembangan zaman.

Tidak sedikit bukti yang menunjukkan bahwa mahasiswa pernah memberi kontribusi besar untuk menciptakan perubahan itu sendiri, di Republik ini paling tidak sudah dua kali gerakan mahasiswa memaksa penguasa untuk turun dari tahta, pertama pada tahun 1966 dan kedua pada tahun 1998 tentunya mereka-mereka diatas adalah mahasiswa yang tanpa ditunggangi oleh berbagai kepentingan.

Lalu siapa lagi yang mampu mengkritisi ketika mahasiswa itu sendiri sudah terjerembab?

Politik praktis dengan berbagai kepentingan seolah ingin menjerat dan mematikan nalar kritis.

Pertanyaan kemudian,Mahasiswa yang kebanyakan orang pahami sebagai kaum intelek nan memiliki pemahaman idealisme yang tinggi haruskah terjerumus?

Layaknya ASN,Mahasiswa pun sudah sepatutnya Netral.

Komentar Anda ?

Leave a Reply