Mahasiswi Stitek Balik Diwa Makassar Ciptakan Terobosan Selamatkan Penyu

Sulselku – Yunita Hatmayanti Hafid, mahasiswi yang kini kuliah di Jurusan Ilmu Kelautan Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan (Stitek) Balik Diwa Makassar ini telah banyak meraih prestasi dalam berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik, di tingkat regional hingga internasional. Tahun 2018 yang lalu, Yuni dan timnya meraih silver medal pada kegiatan 16th Malaysian Eisteddfod International Choral Festival di Kuala Lumpur, Malaysia.

Di bidang akademik, hingga semester enam ia mampu meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang luar biasa, yakni 3,92. Atas dasar prestasi yang diperolehnya tersebut, Yuni dinobatkan sebagai juara 1 dalam ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tingkat universitas dan mampu menjadi penyaji Karya Tulis Ilmiah terbaik di tingkat Kopertis Wilayah IX Sulawesi.

Putri daerah Bone yang lahir pada 17 Juni 1998 ini menciptakan alat penangkaran penyu yang berbasis teknologi. Inovasi tersebut diberi nama “Smart Membrane Tent: Inovasi Penangkaran Telur Penyu Berbasis Temperature Sensor Technology.” Alat tersebut menggunakan sensor cerdas sebagai solusi untuk mengatur suhu dalam penangkaran sehingga mampu menyeimbangkan populasi dan menekan kematian penyu betina.

Yuni menyampaikan bahwa ide ini terinspirasi dari persoalan yang dihadapinya ketika melalukan penelitian terhadap ekosistem penyu di wilayah pesisir.

“Pemanasan global yang diperparah dengan pencemaran di laut menyebabkan penyu terancam punah. Sehingga perlu terobosan dalam menyelamatkan penyu,” kata Yuni.

Ia menjelaskan,  untuk menentukan jenis kelamin tukik penyu itu tergantung suhu. Sehingga dengan adanya inovasi ini kita bisa seimbangkan populasi penyu sehingga bisa stabil dan tidak punah.

Komentar Anda ?

Leave a Reply