Masyita sang Penjaga Wahyu Daftar di Rumah Qur’an Aisyah

Sulselku – Masyita, gadis berusia 11 tahun yang telah mengkhatamkan 30 juz hafalan Al-Qur’annya mendaftarkan diri di Rumah Qur’an Aisyah. Menurut ibunda Masyita, bahwa dia ingin agar anaknya mempermantap hafalannya di tempat baru dan metode baru sekaligus belajar Bahasa Arab.

Masyita yang populer saat mengikuti Kontes Hafizh Indonesia itu mengaku senang dengan suasana di Rumah Qur’an Aisyah. “Nyaman, bagus,” kata Masyita saat masuk ruang kelas pada saat pendaftaran. Bahkan Aisyah langsung membaca surah Ar-Rahman dalam kelas.

Pengelola Rumah Qur’an Aisyah (RQA), Naimah menuturkan bahwa Masyita didaftarkan oleh orang tuanya mengikuti Kelas Tabarak sore. “Kelas Tabarak sore memang dibuka untuk anak usia sekolah, tabarak pagi untuk anak-anak usia 3 – 6 tahun,” kata Naimah.

Lebih lanjut Naimah menjelaskan kuota kelas pagi untuk Tabarak sudah hampir full. “Alhamdulillah kelas pagi untuk tabarak sudah hampir full kuota, itupun masih ada beberapa yang belum mengembalikan formulir dan kita masih tunggu.” Tuturnya, “Insya Allah kelas akan dimulai pada tanggal 11 Februari,” lanjutnya.

Rumah Qur’an Aisyah adalah rumah tahfizh untuk anak dan balita yang terletak di jalan Buakana nomor 60 A, ini adalah tahun pertama bagi Rumah Qur’an yang menggunakan metode Tabarak dan Balitaqu. Rumah Qur’an Aisyah bertekad mencetak penjaga-penjaga wahyu atau penghafal Al-Qur’an di usia dini.

Komentar Anda ?

Leave a Reply