Nabi Yang Dicabut Nyawanya di Langit Keempat

Ilustrasi
Ilustrasi

“…dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi, dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (Maryam 19:56-57)
……
Maksud dari “Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” dalam surah Maryam adalah bahwa Idris seperti Isa yang diangkat ke langit, namun tepat di langit ke empat, malaikat mencabut nyawa Idris.
Hal itu diceritakan dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas dan Ka’ab yang mengisahkan pengangkatan Idris ke langit, suatu hari Malaikat membawa Idris terbang ke langit di antara dua sayapnya, saat berada di langit ke empat, mereka berpapasan dengan malaikat maut yang tengah turun. Maka terjadilah dialog antara malaikat yang membawa Idris dengan malaikat maut.

“Mana Idris?” tanya malaikat maut,

“Dia ada di punggungku,” jawab malaikat itu,

“Aneh sekali, aku tadinya diutus oleh Allah untuk mencabut nyawa Idris di langit ke empat maka akupun berkata, bagaimana bisa mencabut nyawanya di langit ke empat padahal Idris di bumi,” kata malaikat maut, lalu diapun mencabut nyawa Idris di langit ke empat.
…..
Dalam perjalanan mi’raj Muhammad dikisahkan bahwa dia bertemu dengan Nabi Idris di langit ke empat, sebagaimana diriwayatkan dari Abbas bin Malik:
“… Gerbang telah terbuka, dan ketika aku pergi ke surga keempat, di sana aku melihat Idris. Jibril berkata (kepadaku), “Ini adalah Idris; berilah dia salammu.” Maka aku mengucapkan salam kepadanya, dan ia mengucapkan, “Selamat datang, wahai saudaraku yang alim dan nabi yang saleh.” sebagai balasan salamnya kepadaku.” (Sahih Bukhari)

Dalam Al-quran kisah Idris disebut dalam empat ayat, surah Maryam ayat 56 – 57,dan Surah Al Anbiya ayat 85 – 86.

‘”…dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka kedalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh.” (Al-Anbiya’ 21:85-86)

Inti sari dari kisah Nabi Idris dalam buku : Kisah Para Nabi, Karya Ibnu Katsir.

Komentar Anda ?

Leave a Reply