Nuansa Ampunan Di Bulan Ramadhan

*oleh: Abdul Rauf, Lc

(Pengurus IKADI Sulsel)

Ilustrasi
Ilustrasi

Bulan ramadhan menyediakan peluang ampunan yang melimpah. Pintu taubat dan ampunan dibuka selebar-lebarnya dan peluang berbuat dosa dipersempit. Setan yang merupakan pengajak utama kepada dosa dibelenggu. Neraka tertutup rapat. Kondisi telah dibuat sedemikian rupa sehingga orang mukmin mudah mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah swt. Beberapa hadis popular tentang keutamaan puasa ramadhan menyebutkan ampunan Allah sebagai balasan pokok dari puasa itu. Seperti sabda Nabi saw:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barangsiapa berpuasa ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (Al Hadis)
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:
الصَّلَوَاتُ الخمسُ والجمعةُ إلى الجُمعةِ ورَمضَانُ إلى رَمضَان مُكَفِّراتٌ لِّمَا بَيْنهُنَّ إذَا اجْتُنِبَتِ الكَبَائِرِ
Artinya: “Shalat lima waktu, satu jumat ke jumat berikutnya dan puasa ramadhan ke puasa ramadhan sebagai pelebur (penghapus) untuk dosa di antara keduanya apabila dijauhi dosa-dosa besar”
إن الله تبارك وتعالى فرض عليكم صيام رمضان، وسننت لكم قيامه، فمن صامه وقامه احتسابا خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه

Artinya: “Sesunggunya Allah swt telah mewajibkan kalian puasa ramadhan dan aku sunnahkan untuk qiyam (tarawih/Qiyamullail) di dalamnya. Maka barang siapa yang berpuasa dan qiyam di dalamnya dia akan keluar dari dosa-dosanya seperti hari dilahirkan ibunya”. (HR. Ahmad dan An Nasai)

Aisyah ra bertanya kepada Nabi, ya Rasulullah, jika saya bertemu lailatul qadar, apakah yang saya minta? Rasulullah bersabda: Baca saja doa ini:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفْوٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah Engkau Maha Pemberi ampun, maka ampunilah aku” (HR. Tirmidzi)
Ramadhan juga disebut bulan taubat dan bulan ampunan (شهر التوبة والمغفرة) oleh karena pada bulan ini Allah swt amat banyak mengampuni hamba-hambanya yang bertaubat kepadanya. Nabi saw bersabda:
عَن أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
Artinya: Dari Abu Hurairah ra. dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: jika masuk malam pertama dari bulan Ramadhan, dibelenggu syetan-syetan dan jin jahat, maka ditutuplah pintu neraka dan tidak dibuka satu pintupun dan dibukalah pintu-pintu surga dan tak satupun yang ditutup, dan memanggillah pemanggil dari kalangan malaikat: “Wahai pencari kebaikan datanglah dan wahai pencari keburukan tahanlah, pada bulan ini Allah memerdekakan banyak hambanya dari neraka dan itu terjadi setiap malam” (HR. Tirmidzi)
Mencermati hadis-hadis di atas makin memperjelas nuansa ampunan tersebut. Ini menjadi alasan mengapa seorang mukmin bergembira dengan hadirnya bulan Ramadhan. Bulan puasa berarti kesempatan emas bagi setiap mukmin untuk membersihkan dirinya dari dosa-dosa di masa lalu. Kesempatan besar untuk mendapatkan ampunan Allah. Dan siapakah dari kita yang tidak punya dosa? Siapa pulakah yang tidak membutuhkan ampunan Allah swt?
So, jika pertanyaanya adalah apakah Anda siap memasuki bulan Suci Ramadhan dan siap mendapatkan ampunan Allah swt? Maka jawabannya pasti SIAP!
Marhaban Ya Ramadhan. Taqobbalallahu minna wa mingkum

Komentar Anda ?

Leave a Reply