Peran Perempuan Dalam suksesnya Era Industri 4.0

 

Oleh : Fatimah Zahraeni Talib
Direktur Badan Kemuslimahan KAMMI Daerah Makassar

Sulselku. Com – Perempuan adalah penentu majunya suatu bangsa. Sebab ia memiliki tugas dasar yaitu mendidik
gererasi.

Sebagaimana dalam syair arab berikut : “Ibu adalah sekolah, apabila engkau mempersiapkannya
Engkau telah mempersiapkan sebuah bangsa yang bernasab mulia
Ibu adalah taman, apabila engkau telah menyiraminya
Taman itu akan menghasilkan tunas begitu indahnya
Ibu adalah guru para guru nan utama
Prestasi mereka menyebar ke segala penjuru”.

Siapa yang tidak mengenal B.J Habibie, seorang putra daerah yang berasal dari pare-pare. Selain
pernah menjabat sebagai presiden Republik Indonesia yang ketiga, beliau juga merupakan ahli
pesawat terbang.

Pada tahun 1974 beliau menjabat sebagai pemimpin PT Nurtanio dan berhasil
memimpin pembuatan helikopter dan pesawat penumpang N-250. Tapi tak banyak yang tahu bahwa
beliau sudah yatim sejak usia 13 tahun, Seperti yang ditulisakan A. Mahmud Makka pada buku The
True Life Of Habibie bahwa Ayah Habibie yang bernama Alwi Abdul Jalil Habibie meninggal dunia saat
B.J Habibie masih kelas 1 HBS.

Beruntungnya habibie terlahir dan terdidik dari ibu yang kuat, ibunya yang bekerja keras
menyekolahkan beliau sampai lulus kuliah di ITB dan melanjutakan kuliah di jerman dengan biaya
pribadi.

Ibunya yang bernama Ny. R.A Tuti Marini Habibie sudah bertekad agar anak-anaknya dapat
melanjutkan pendidikan semaksimal kemampuannya, termasuk ke luar negeri. Saat ayahnya
meninggal, B.J Habibie mendengar sendiri bawa ibunya berteriak-teriak dan berjanji di depan jasad
suaminya, bahwa cita-cita suaminya terhadap pendidikan anak-anaknya akan diteruskannya.

Dari kisah di atas kita mengambil pelajaran bahwa dari perempuan hebatlah generasi hebat itu akan
lahir. Begitu halnya ketika kita berada pada revolusi industri 4.0, yaitu era yang menekankan pola
digital economy, artiicial intelligence, big data, robotic dll atau dikenal dengan fenomena disruptive
innovation.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menjelaskan, berdasarkan evaluasi awal tentang kesiapan negara dalam menghadapi revolusi industri 4.0 Indonesia
diperkirakan sebagai negara dengan potensi tinggi. Meski masih di bawah Singapura, di tingkat Asia
Tenggara posisi Indonesia cukup diperhitungkan. Sedangkan terkait dengan global competitiveness
index pada World Economic Forum 2017-2018, Indonesia menempati posisi ke-36, naik lima
peringkat dari tahun sebelumnya posisi ke-41 dari 137 negara. (http://sumberdaya.ristekdikti.go.id, 30 Januari 2018).

Oleh karena itu perempuan harus menyadari tugusnya sebagai pendidik generasi berkarakteristik
unggul, dengan itu perempaun akan semangat membekali diri, mencari ilmu untuk menjalankan
peran domestiknya. Dengan mengatur jam belajar anak, mengontrol jam bermain gadget dan nonton
TV, mensupport setiap kegiatan-kegiatan anak di sekolah, serta menanamkan nilai-nilai agama sejak
dini, maka dengan izin Allah indonesia akan menjadi negara industri yang diperhitungkan dunia.

Komentar Anda ?

Leave a Reply