Prabowo Imbau Masyarakat Untuk Mengawal Proses Pemilu Berlangsumg Demokrasi Dan Bersih

Sulselku – Calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto mengimbau relawan untuk memeriksa daftar pemilih tetap menjelang pemilihan umum tahun 2019 agar tak terjadi pelanggaran.

“Saya mengimbau kepada seluruh relawan sekalian bahwa perjuangan kita tidak hanya meyakinkan bahwa apa yang kita perjuangkan adalah kebenaran, akan tetapi kita juga harus meyakinkan kepada orang-orang di sekeliling kita untuk #PeriksaDPT di daerah masing-masing,” kata Prabowo Subianto dalam akun twitternya @prabowo, Kamis (6/12).

Dia juga mengimbau relawan untuk mengawasi kotak suara di tempat pemungutan suara hingga proses penghitungan surat suara selesai.

“Karena perjuangan yang sesungguhnya ada di kotak suara, oleh karena itu pada tahun depan kita harus menjaga suara kita di TPS sampai proses penghitungan selesai. Saya akan terus gaungkan program #PeriksaDPT mulai hari ini kepada seluruh keluarga besar koalisi adil makmur,” ujar ketua umum Partai Gerindra.

Dia mengajak masyarakat untuk mengawal proses pemilu berlangsung demokrasi dan bersih. “Jangan sampai demokrasi kita dicederai oleh hal-hal yang tidak bertanggungjawab,” katanya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Ahmad Riza Patria telah meminta Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk merekam data kependudukan secara akurat. Sebab, kalau tidak, akan merusak jalannya pemilihan umum. Permintaan itu menyusul data 31 juta warga yang telah melakukan perekaman KTP elektronik yang belum masuk dalam DPT.

Ahmad Riza Patria juga mengatakan sejak awal koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menemukan banyak persoalan terkait data pemilih, salah satunya data Kemendagri yang menyebut ada 31 juta pemilih yang berpotensi belum masuk DPT, padahal pemilih tersebut sudah melakukan perekaman e-KTP.

“Ini kan bikin orang kaget, bikin orang marah, bikin KPU kerja lagi menyisir ulang lagi dari bawah. Ini menunjukkan perekaman data di Kemendagri tidak akurat,” kata Ahmad Riza Patria, Sabtu (1/12).

Menurutnya, persoalan data pemilih harus menjadi perhatian khusus. Sebab, data tersebut menentukan legitimasi dari pemilu 2019. Ia meminta agar persoalan data pemilih harus menjadi atensi khusus bagi semua pihak. Sebab, peserta pemilu 2019 akan sangat dirugikan bila KPU abai soal data pemilih ganda ini.

“Soal data pemilih ini kan prinsip. Kalau demokrasinya berlangsung damai, lancar, tertib, berkualitas, tapi kalau datanya nggak bener kan jadi bermasalah. Jadi datanya harus bener,” ujar Riza.

Ia menambahkan data pemilih yang tak akurat rawan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Karena itu koalisi Prabowo-Sandi ingin memastikan seluruh masyarakat yang telah memiliki hak pilih masuk ke dalam DPT.

“Koalisi kita ingin memastikan DPT akurat. Karena ini rawan disalahgunakan. Kalau tidak dikelola dengan baik data ini, maka bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab,” kata dia.

Komentar Anda ?

Leave a Reply